<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>An Najat Al Islamiyah</title>
	<atom:link href="http://an-najat.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://an-najat.org</link>
	<description>Menghidupkan As Sunnah dengan As Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Feb 2012 15:30:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Menggapai Cita-cita Dengan Kesabaran</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/02/menggapai-cita-cita-dengan-kesabaran/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/02/menggapai-cita-cita-dengan-kesabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 15:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan sabar]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam sabar]]></category>
		<category><![CDATA[menggapai cita-cita dengan kesabaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Alloh?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat.” (Al-Baqoroh:214) <a href="http://an-najat.org/2012/02/menggapai-cita-cita-dengan-kesabaran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><em>Oleh : Abu Shiddiq </em></p>
<p align="center">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<ul>
<li><strong>Cita-cita orang-orang yang beriman</strong></li>
</ul>
<p><a href="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2012/02/15-1-2012-12-47-58866.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-380" title="الصبر جنة" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2012/02/15-1-2012-12-47-58866-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Allo Ta’ala berfirman :</p>
<p dir="RTL">{ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ } (الأنفال : 4 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Robbnya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.” (Al-Anfaal:4)</p>
<p>Dalam firman-Nya yang lain :</p>
<p dir="RTL">{ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ } (البروج : 11 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang solih bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; Itulah keberuntungan yang besar.” (Al-Buruj:11)</p>
<p>Dan keni’matan yang paling ditunggu dan terbesar dari keni’matan surga adalah bertemunya mereka dengan kekasih mereka yaitu Alloh Ta’ala  sebagaimana firman-Nya :</p>
<p dir="RTL">{ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلاَ يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلاَ ذِلَّةٌ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ } (يونس : 26 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya, dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.” (Yunus:26)</p>
<p>Tambahan (وَزِيَادَةٌ) dalam ayat ini ditafsirkan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم dengan melihat wajah Alloh Ta’ala, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh  Al-Imam At-Tirmidzi dari Shuhaib, dari Nabi صلى الله عليه وسلمtentang firman-Nya : “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya”, beliau bersabda :</p>
<p dir="RTL">قال إذا دخل أهل الجنة الجنة نادى مناد إن لكم عند الله موعدا قالوا ألم يبيض وجوهنا وينجينا من النار ويدخلنا الجنة ؟ قالوا بلى قال فينكشف الحجاب قال فوالله ما أعطاهم شيئا أحب إليهم عن النظر إليه</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Jika penduduk surga masuk surga maka seorang penyeru yang menyeru : Sesungguhnya kalian mendapatkan janji di sisi Alloh. Mereka mengatakan : Bukankah Dia menjadikan wajah-wajah kami berseri putih dan menyelamatkan kami dari neraka, serta memasukkan kami ke dalam surga? Mereka mengatakan : Benar. Dia berkata : Maka hijab itu terbuka. Dia mengatakan : Demi Alloh tidaklah Alloh memberikan sesuatu kepada mereka yang lebih dicintai oleh mereka daripada melihat kepada-Nya”. (HR. At-Tirmidzi no.2552, dishohihkan oleh Al-Albani)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Jalan menggapai cita-cita</strong></li>
</ul>
<p>Alloh Ta’ala berfirman :</p>
<p dir="RTL">{ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ } (العنكبوت : 2 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi?”. (Al-Ankabuut:2)</p>
<p>Al-Imam Ibnu Katsir رحمه اللهmengatakan dalam tafsirnya, ‘Firman-Nya : <em>“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi?”</em> adalah <em>istifham inkari</em>, maknanya adalah bahwa Alloh تعالىpasti menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai dengan kadar keimanan yang ada pada mereka, sebagaimana datang dalam hadits yang shohih :</p>
<p dir="RTL">أَشَدُّ الناس بلاء الأنبياء ثم الصالحون، ثم الأمثل فالأمثل، يبتلى الرجل على حسب دينه، فإن كان في دينه صلابة زيد في البلاء</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang-orang sholih, kemudian yang seperti mereka lalu yang seperti mereka, seseorang akan diuji sesuai dengan kadar diennya, jika dalam diennya ada keteguhan maka ujiannya ditambah”. (HR. Ahmad dalam Al-Musnad 1/172, At-Tirmidzi no.2398 dalam As-Sunan dari jalan Mus’ab bin Sa’ad)</p>
<p>Ayat ini sebagaimana firman-Nya :</p>
<p dir="RTL">{ أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ } (آل عمران : 142 )</p>
<p>Artinya:</p>
<p>“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Ali Imron:142)</p>
<p>Dan juga yang semisalnya dalam surat Baro’ah (At-Taubah) dan Dia berfirman dalam surat Al-Baqoroh :</p>
<p dir="RTL">{ أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ } (البقرة : 214 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: &#8220;Bilakah datangnya pertolongan Alloh?&#8221; Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat.” (Al-Baqoroh:214)</p>
<p>Untuk ini Dia berfirman di sini :</p>
<p dir="RTL">{ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ } (العنكبوت : 3)</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabuut:3)</p>
<p>Yaitu orang-orang yang benar dalam pengakuan iman mereka diantara orang yang dusta dalam perkataan dan pengakuannya. Dan Alloh سبحانه وتعالىmengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, serta apa yang belum terjadi Dia mengetahui jika itu terjadi dan bagaimana kejadiannya. Ini adalah kesepakatan para imam Sunnah dan Jama’ah; untuk inilah Ibnu Abbas dan yang lainnya mengatakan tentang firman Alloh semisal : { إِلا لِنَعْلَمَ }adalah kecuali agar Kami melihat, demikian itu karena penglihatan berkaitan dengan sesuatu yang ada, dan ilmu itu lebih umum daripada penglihatan, sesungguhnya ilmu itu berkaitan dengan sesuatu yang tidak ada dan sesuatu yang ada’. (Tafsir Ibnu Katsir 4/2142)</p>
<p>Inilah jalan menuju cita-cita yaitu Alloh Ta’ala akan menguji orang-orang yang telah menyatakan beriman pada-Nya, siapakah yang bersabar dan lulus ujian itu dan siapakah yang hanya berbasa-basi dalam imannya sehingga tidak mampu bersabar dan gagal meraih cita-cita yang hanya berupa angan-angan kosong.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Alloh </strong><strong>تعالى</strong><strong></strong><strong> memerintahkan orang-orang yang beriman untuk selalu bersabar.</strong></li>
</ul>
<p>Alloh تعالى berfirman :</p>
<p dir="RTL">{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ } (آل عمران : 200)</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Alloh, supaya kamu beruntung.” (Ali Imron : 200)</p>
<p>Di dalam ayat ini Alloh تعالى menetapkan sebab keberuntungan atau keberhasilan dan kebahagiaan itu adalah kesabaran.</p>
<p>Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, ‘Mereka diperintahkan untuk bersabar di atas dien mereka,yang telah dirihoi oleh Alloh untuk mereka yaitu Al-Islam, maka mereka tidak meninggalkannya karena kesenangan, kesengsaraan, kesempitan, dan tidak pula kelapangan sampai mereka mati dalam keadaan muslimiin. Dan agar mereka bersabar terhadap para musuh yang menyembunyikan agama mereka. (Tafsir Ibnu Katsir 1/606)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Makna sabar dan macam-macamnya.</strong></li>
</ul>
<p>Secara bahasa sabar adalah <em>alhabsu</em> yaitu menahan. Secara syar’i sabar adalah menahan jiwa di atas tiga perkara, yaitu :</p>
<p>Pertama : Di atas ketaatan pada Alloh.</p>
<p>Kedua : Di atas hal-hal yang diharamkan oleh Alloh.</p>
<p>Ketiga : Di atas rasa sakit yang disebabkan oleh taqdir-taqdir Alloh.</p>
<p>Inilah macam-macam sabar yang disebutkan oleh ahli ilmu. (Lihat Syarh Riyadish Sholihin oleh Syaikh Al-Utsaimiin Juz.1 ha.172)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Sabar di atas ketaatan pada Alloh </strong><strong>تعالى</strong></li>
</ul>
<p>Ini sebagaimana perintah Alloh تعالىdalam ayat di atas (surat Ali Imron : 200) dan juga dalam surat Ar-Ro’d ayat 22 yang menerangkan diantara sifat <em>ulul albaab</em> adalah sabar di atas ketaatan :</p>
<p dir="RTL">{ وَالَّذِينَ صَبَرُواْ ابْتِغَاء وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلاَنِيَةً وَيَدْرَؤُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ } ( الرعد : 22 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Robb mereka, mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)”. (Ar-Ro’d : 22)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Sabar di atas hal-hal yang diharamkan oleh Alloh </strong><strong>تعالى</strong></li>
</ul>
<p>Yaitu sabar atau menahan diri agar jangan sampai melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Alloh تعالى. Kesabaran jenis ini adalah memang berat karena nafsu manusia memerintahkan atau mengajak pada kejahatan-kejahatan yang diharamkan oleh Alloh.</p>
<p>Alloh تعالىberfirman menghikayatkan perkataan Nabi Yusuf عليه السلام:</p>
<p dir="RTL">{ وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّيَ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ } (يوسف : 53 )</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Robbku. Sesungguhnya Robbku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Yusuf : 53)</p>
<p>Syaikh As-Sa’di رحمه اللهdalam tafsirnya mengatakan, “Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan”, yaitu karena banyak memerintahkan pemiliknya pada kejelekan, yaitu <em>fahisyah</em> (keji), seluruh dosa, sesungguhnya nafsu itu kendaraan syaithon, dan dari sanalah syaithon masuk ke dalam manusia. (Taisiirul Kariimir Rohman)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Sabar di atas rasa sakit yang disebabkan oleh taqdir-taqdir Alloh </strong><strong>تعالى</strong></li>
</ul>
<p>Alloh تعالىberfirman :</p>
<p dir="RTL">{ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155 ) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ (ا156 ) أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ( 157 ) }</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: &#8220;Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8221;. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqoroh : 155-157)</p>
<p>Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersabda :</p>
<p dir="RTL">عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya perkaranya seluruhnya baik dan itu tidak ada pada seorangpun kecuali pada seorang mukmin, jika dia mendapat kesenangan maka dia bersyukur, maka ini baik baginya. Jika dia ditimpa kejelekan maka dia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim no.2999 dari Shuhaib bin Sinan)</p>
<p>Bahkan di dalam kesabaran di atas taqdir Alloh ini ada keutamaan-keutamaan yang luar biasa seperti yang disabdakan oleh beliau dalam hadits-haditsnya :</p>
<p>1.     Alloh تعالى akan menghapus dosa-dosanya (yang kecil), Rosululloh صلى الله عليه وسلمbersabda :</p>
<p dir="RTL">مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ ، وَلاَ وَصَبٍ ، وَلاَ هَمٍّ ، وَلاَ حُزْنٍ ، وَلاَ أَذًى ، وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ . (متفق عليه)</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Tidaklah seorang muslim ditimpa oleh kelelahan, penyakit, cemas, sedih, rasa sakit, kesusahan, sampai tertusuk duri kecuali Alloh akan menghapus dosa-dosanya dengan sebab musibah itu.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Huroiroh)</p>
<p>2.       Alloh تعالى akan menuliskan kebaikan untuknya, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :</p>
<p dir="RTL">مَا مِنْ شَىْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ حَتَّى الشَّوْكَةِ تُصِيبُهُ إِلاَّ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً أَوْ حُطَّتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ.</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Tidak ada sesuatu pun yang menimpa seorang mukmin sampai duri yang menusuknya kecuali Alloh menuliskan untuknya kebaikan atau dihapus darinya kesalahan.” (HR. Muslim no.2572 dari Aisyah رضي الله عنها)</p>
<p>3.       Alloh تعالى akan meninggikan derajatnya, Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda :</p>
<p dir="RTL">مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا إِلاَّ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri dan apa yang lebih dari itu kecuali dicatat untuknya derajat dan dihapus darinya kesalahan”. (HR.Muslim no.2572, dari ‘Aisyah رضي الله عنها)</p>
<p>Mudah-mudahan Alloh تعالى  senantiasa menganugerahkan kesabaran kepada kita semua. Wallohu a’lam bish showaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/02/menggapai-cita-cita-dengan-kesabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kajian Akbar : Kewajiban Muslim Terhadap Sunnah</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/02/kajian-akbar-kewajiban-muslim-terhadap-sunnah/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/02/kajian-akbar-kewajiban-muslim-terhadap-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 11:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[An Najat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kajian akbar]]></category>
		<category><![CDATA[kajian bulanan]]></category>
		<category><![CDATA[sikap muslim terhadap sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Tema ini adalah sangat urgen untuk kita angkat karena kondisi kaum muslimin saat ini adalah sangat jauh terhadap pemahaman sunnah yang lurus sehingga mereka hanya memahami sunnnah sebatas pengertian yang disampaikan oleh para fuqoha yaitu jika dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Ketika pemahaman itu hanya sebatas itu maka yang terjadi adalah mereka bersikap pasif dan tak acuh terhadap sunnah, bahkan cenderung untuk ditinggalkan. Namun bagaimanakah yang sebenarnya? <a href="http://an-najat.org/2012/02/kajian-akbar-kewajiban-muslim-terhadap-sunnah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2012/02/logo-stin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-377" title="logo stin" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2012/02/logo-stin.jpg" alt="" width="100" height="117" /></a>STIN Ulin Nuha Cabang Karawang bekerjasama dengan Lajnah Dakwah Pesantren Al I&#8217;tishoom dan FOSTREN Al I&#8217;tishoom insya Alloh akan kembali mengadakan Kajian Akbar Bulanan. Dan pada bulan robi&#8217;uts tsani 1433 H atau maret 2012 M ini jatuh pada hari ahad tanggal 10 atau 4 maret. Tema kajian bulan ini adalah : <strong>Kewajiban Muslim Terhadap Sunnah</strong>. Insya Alloh akan kajian ini akan diisi oleh <strong>Al Ustadz Arif Budiman, LC</strong>. Beliau adalah alumni Pesantren Al I&#8217;tishom generasi ke-2 yang kemudian melanjutkan ke LIPIA dan Universitas Islam Madinah &#8211; Saudi Arabia.</p>
<p>Tema ini adalah sangat urgen untuk kita angkat karena kondisi kaum muslimin saat ini adalah sangat jauh terhadap pemahaman sunnah yang lurus sehingga mereka hanya memahami sunnnah sebatas pengertian yang disampaikan oleh para fuqoha yaitu jika dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Ketika pemahaman itu hanya sebatas itu maka yang terjadi adalah mereka bersikap pasif dan tak acuh terhadap sunnah, bahkan cenderung untuk ditinggalkan. Namun bagaimanakah yang sebenarnya?</p>
<p>Maka jawabannya adalah ikuti kajian akbar bulan ini yang akan diselenggarakan di Pesantren Al I&#8217;tishoom. Tepatnya di Jl.Pesantren no.50 Kondang Jaya, Karawang Timur &#8211; Jawa Barat.</p>
<p>Cp : Abu Muhammad (0857 812 766 04) &amp; Abu Hadian (0812 958 7594)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/02/kajian-akbar-kewajiban-muslim-terhadap-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabbala (Sihir), Bagian dari Perilaku Yahudi</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/02/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/02/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 03:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama dan Ajaran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran sesat]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[kabbala]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[sihir dan yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan dalam pandangan kaum Kabbalis Yahudi adalah memiliki keesaan yang tidak bisa dilukiskan oleh mereka, yang mereka sebut sebagai Ein Sof. Oleh karena itu mereka kemudian mewujudkannya dalam materi “banyak bentuk tuhan” yang dimanifestasikan dalam sepuluh aspek Sephirot (Sefiroth). <a href="http://an-najat.org/2012/02/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh : Al-Ustadz Achmad Rofi&#8217;i, LC. M.Mpd.</em></p>
<p dir="RTL" align="center">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p dir="RTL" align="center">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,</p>
<p>Setelah kita mengkaji tentang “<strong><em>Asal-Usul Yahudi</em></strong>” dari mulai zaman Nabi Ibrohim عليه السلام hingga Nabi Sulaiman عليه السلام, maka berikut ini akan kita bahas sekelumit dari apa yang menjadi kegiatan dan menjadi keyakinan ataupun perbuatan dari kaum Yahudi; yang tidaklah mustahil bahwa sayap kegiatannya serta gerakannya telah mulai menyusup kedalam kehidupan kaum Muslimin di Indonesia.</p>
<p>Disampaikannya materi ini adalah dengan harapan agar kaum Muslimin <em>Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah</em>, khususnya di Indonesia ini waspada dan hendaknya kita senantiasa bermohon kepada Allooh سبحانه وتعالى agar Allooh سبحانه وتعالى menjauhkan kita dari perkara-perkara yang jahat ini, yang dapat mendatangkan murka-Nya, baik di dunia maupun di Akherat nanti.</p>
<p>Termasuk yang harus kita ketahui tentang Yahudi adalah bagian dari kelanjutan, kekeliruan bahkan kesalahan fatal dari apa yang diyakini oleh orang-orang Yahudi Bani Isro’iil tersebut sesudah masa Nabi Sulaiman عليه السلام.</p>
<p>Pada kajian sebelum ini (silakan baca kembali “<strong><em>Asal-Usul Yahudi Bagian-4: Nabi Daawud, Nabi Sulaiman dan Bani Isro’iil</em></strong>” pada Blog ini), bahwa <em>syaithoon</em> dengan sedemikian halus dan liciknya meng-<em>imla’</em>-kan (memerintahkan) agar rajah-rajah, mantera-mantera sihir itu ditulis lalu diletakkan dibawah tempat ibadah Nabi Sulaiman عليه السلام. Dan setelah Nabi Sulaimanعليه السلام wafat, maka <em>syaithoon </em>(dengan menyerupakan diri sebagai manusia) lalu memberitahukan, membujuk dan mengajak agar orang-orang Yahudi Bani Isro’iil menggali serta mencari apa yang dipendam dibawah kursi Nabi Sulaiman عليه السلام. Setelah digali, maka ditemukanlah tulisan-tulisan sihir yang asal mulanya ditulis oleh <strong><em>Aashif bin Barkhiya</em></strong> atas perintah <em>syaithoon</em>, dan yang kemudian disebut sebagai <strong><em>Kabbala </em></strong>ini.</p>
<p>Seperti telah disampaikan juga pada pertemuan kita sebelumnya bahwa <strong><em>Kabbala</em></strong> merupakan bibit dari sihir, mistik (<em>okultisme</em>) dan mitos yang berkembang di kalangan Yahudi bahkan hingga hari ini. Bila anda membuka berbagai situs internet, maka dapat anda temukan bahwa telah didirikan pula lembaga pendidikan yang khusus mempelajari dan mendalami masalah sihir yakni <strong><em>Universitas Kabbala</em></strong> (<em>The Kabbalah University</em>) dimana kader-kader didikannya yang berjumlah ribuan orang itu telah tersebar di 72 negara. Bukankah bisa jadi 1 atau 2 orang lulusannya ada di Indonesia?! Jadi, sihir bukanlah perkara yang sepele, karena sihir ini diajarkan secara turun-temurun di kalangan Yahudi Bani Isro’iil, yang mana mereka itu telah menyimpang dari seruan <em>tauhiid</em> para Nabi utusan Allooh سبحانه وتعالى.</p>
<p>Adapun teknologi internet dengan mudahnya dapat diakses melalui <em>Handphone</em> yang masuk kedalam saku-saku baju kita, maka tidaklah mustahil bila ajaran sesat ini telah sampai dan berkembang serta “<em>virus</em>”-nya menulari kaum Muslimin di Indonesia. Oleh karena itu, perlu kiranya kita meng-<em>imunisasi</em>, terutama diri sendiri dan keluarga kita, agar pemahaman sesat ini (–yang bisa jadi oleh kaum Muslimin yang awam serta <em>jaahil</em> / tidak paham dalam perkara <em>‘Aqiidah</em> dianggapnya hanyalah sebagai perkara biasa, bukan merupakan sesuatu yang berbahaya bagi <em>dien</em>-nya, bukan merupakan kesesatan, serta bukan merupakan bagian dari kemusyrikan –); kemudian mulai menyusup dan sedikit demi sedikit menjadi bagian dari gaya hidupnya. <em>Na’uudzu billaahi min dzaalik</em>.</p>
<p><strong><em>Yahudi dan Paganisme</em></strong></p>
<p><strong><em>Paganisme</em></strong><em> </em>adalah <strong><em>Berhala</em></strong>, pemahaman yang menganggap bahwa suatu benda adalah jelmaan Tuhan. Paganisme berasal dari Mesir Kuno. Tetapi pada umumnya di berbagai pelosok dunia, berhala menjadi sesembahan.</p>
<p>Yang menjadi sorotan kita dalam bahasan kali ini, adalah bahwa Yahudi Bani Isro’iil telah terpengaruh dengan kebudayaan tempat tinggal mereka ketika mereka itu sekian abad berada di Mesir. Sehingga generasi demi generasi Bani Isro’iil pun menjadi terwarnai, terpengaruh dan pada akhirnya menganut <em>Paganisme</em>, serta meninggalkan ajaran <em>Tauhiid</em>.</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. Al A’roof (7) ayat 138-140</strong> berikut ini:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْاْ عَلَى قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَى أَصْنَامٍ لَّهُمْ قَالُواْ يَا مُوسَى اجْعَل لَّنَا إِلَـهاً كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ ﴿١٣٨﴾ إِنَّ هَـؤُلاء مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿١٣٩﴾ قَالَ أَغَيْرَ اللّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَـهاً وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ ﴿١٤٠﴾</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>(138) <strong><em>Dan Kami seberangkan Bani Isro’iil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Isro’iil berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang bodoh”.</em></strong><em></em></p>
<p>(139) <em>Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan.</em></p>
<p>(140) <em>Musa menjawab: “Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu yang selain daripada Allooh, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala ummat.</em></p>
<p>Pelajaran yang dapat diambil dari <strong>QS. Al A’roof (7) ayat 138</strong> diatas adalah bahwa Bani Isro’iil berlaku tidak santun kepada Nabi-nya. Terhadap Nabi Musa عليه السلام, mereka memanggilnya hanya dengan sebutan, “<strong><em>Hai Musa</em></strong>”. Padahal Nabi Musa عليه السلام adalah Nabi utusan Allooh سبحانه وتعالى. Seorang Nabi dan pemimpin bagi mereka, namun mereka tidak memanggilnya dengan cara yang santun.</p>
<p>Pelajaran <em>kedua</em> dari ayat ini, adalah bahwa menurut Nabi Musa عليه السلام, <strong><em>orang Yahudi Bani Isro’iil itu adalah kaum yang jaahil (bodoh)</em></strong>. Demikianlah hal ini disebutkan secara jelas di dalam Al Qur’an, dan tidaklah bisa ditutup-tutupi.</p>
<p>Jadi setibanya di seberang lautan (setelah Bani Isro’iil diselamatkan dari penindasan Fir’aun di Mesir), maka mereka sampai di suatu tempat yang penduduknya menyembah Berhala. Lalu Bani Isro’iil pun teringat kembali akan kebiasaan di Mesir dimana penyembahan Berhala marak dilakukan disana. Bani Isro’iil pun meminta kepada Nabi Musa agar mereka juga dibuatkan Berhala untuk disembah. Mereka meminta agar Allooh سبحانه وتعالى dijelmakan kedalam bentuk berhala. Hal ini menunjukkan <em>kejaahilan</em> (kebodohan) mereka.</p>
<p>Seharusnya Bani Isro’iil itu tahu untuk bersyukur kepada Allooh سبحانه وتعالى yang telah menyelamatkan mereka dari penindasan Fir’aun. Allooh سبحانه وتعالى pula lah yang telah mengutus Nabi Musa عليه السلام untuk membimbing Bani Isro’iil agar mereka menjadi manusia yang bermartabat. Namun nyatanya, orang-orang Yahudi Bani Isro’iil itu justru mencari tuhan selain Allooh سبحانه وتعالى dan meminta dibuatkan Berhala. Padahal Allooh سبحانه وتعالى itu sungguh tidaklah sama dengan Berhala.</p>
<p>Maka didalam <strong>QS. Al A’roof (7) ayat 140</strong>, Nabi Musa عليه السلام pun berkata kepada Bani Isro’iil, “<em>Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu selain daripada Allooh, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala ummat.</em>”</p>
<p>Oleh karena itu, <strong>janganlah merasa heran bila orang-orang Yahudi itu dari zaman dahulu sampai zaman sekarang ini, mereka selalu berusaha untuk mengaktualisasikan tuhan dalam wujud materi. </strong>Maka tidaklah heran pula bila orang-orang Yahudi itu ingin<strong> mengatualisasikan tuhannya dalam bentuk <em>Kabbala</em></strong>.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, ketika Nabi Musa عليه السلام sedang berada di Bukit Tursina (dataran tinggi Sinai), keinginan orang-orang Yahudi Bani Isro’iil untuk menjadikan Berhala sebagai tuhan yang disembah itu mereka wujudkan, yaitu dalam bentuk <strong><em>Al ‘Ijlu </em></strong>(patung anak lembu). Hal ini dijelaskan didalam <strong>QS. Thoohaa (20) ayat 80-91</strong> berikut ini:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ قَدْ أَنجَيْنَاكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَاعَدْنَاكُمْ جَانِبَ الطُّورِ الْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى ﴿٨٠﴾ كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِي وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِي فَقَدْ هَوَى ﴿٨١﴾ وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً ثُمَّ اهْتَدَى ﴿٨٢﴾ وَمَا أَعْجَلَكَ عَن قَوْمِكَ يَا مُوسَى ﴿٨٣﴾ قَالَ هُمْ أُولَاء عَلَى أَثَرِي وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى ﴿٨٤﴾ قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِن بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ ﴿٨٥﴾ فَرَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفاً قَالَ يَا قَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْداً حَسَناً أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ أَمْ أَرَدتُّمْ أَن يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُم مَّوْعِدِي ﴿٨٦﴾ قَالُوا مَا أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلَكِنَّا حُمِّلْنَا أَوْزَاراً مِّن زِينَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنَاهَا فَكَذَلِكَ أَلْقَى السَّامِرِيُّ ﴿٨٧﴾ فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلاً جَسَداً لَهُ خُوَارٌ فَقَالُوا هَذَا إِلَهُكُمْ وَإِلَهُ مُوسَى فَنَسِيَ ﴿٨٨﴾ أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلاً وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرّاً وَلَا نَفْعاً ﴿٨٩﴾ وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَارُونُ مِن قَبْلُ يَا قَوْمِ إِنَّمَا فُتِنتُم بِهِ وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَنُ فَاتَّبِعُونِي وَأَطِيعُوا أَمْرِي ﴿٩٠﴾ قَالُوا لَن نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى ﴿٩١﴾</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>(80) <em>Hai Bani Isro’iil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa.</em></p>
<p>(81) <em>Makanlah di antara rizqi yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.</em></p>
<p>(82) <em>Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shoolih, kemudian tetap di jalan yang benar.</em></p>
<p>(83) <em>Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?</em></p>
<p>(84) <em>Berkata Musa: “Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Robb-ku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”.</em></p>
<p>(85) <strong><em>Allooh berfirman: “Maka sesungguhnya kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.</em></strong><em></em></p>
<p>(86) <strong><em>Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Robb-mu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robb-mu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”</em></strong></p>
<p>(87) <em>Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya”,</em></p>
<p>(88) <em>kemudian <strong>Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah tuhanmu dan tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”.</strong></em></p>
<p>(89) <strong><em>Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?</em></strong><em></em></p>
<p>(90) <strong><em>Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Robb-mu ialah (Allooh) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta`atilah perintahku”.</em></strong></p>
<p>(91) <strong><em>Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami</em></strong><em>.</em>”</p>
<p>Dari ayat-ayat diatas dapatlah diambil pelajaran bahwa orang-orang Yahudi Bani Isro’iil memaksakan kehendak mereka untuk menyembah Berhala. Mereka bahkan berkata kepada Harun, “<strong><em>Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini</em></strong>….”</p>
<p>Jadi meskipun telah disampaikan dakwah <em>Tauhiid </em>kepada mereka, namun orang-orang Yahudi Bani Isro’iil tetap berkeras untuk menyembah tuhannya sendiri dari benda yang tidak bisa mendatangkan manfaat ataupun mudhorot, yang berupa berhala patung anak lembu.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, ketika orang-orang Yahudi Bani Isro’iil diperintahkan untuk membela diri dan berperang, maka mereka bersikap enggan, bahkan mereka berkata dengan adab yang buruk kepada Nabi Musa عليه السلام, “<strong><em>Hai Musa… pergilah kamu bersama Robb-mu, dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja</em></strong>.”</p>
<p>Perhatikanlah betapa hal ini diberitakan oleh Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. Al Maa’idah (5) ayat 20-26</strong> sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنبِيَاء وَجَعَلَكُم مُّلُوكاً وَآتَاكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَداً مِّن الْعَالَمِينَ ﴿٢٠﴾ يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ ﴿٢١﴾ قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْماً جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىَ يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ ﴿٢٢﴾ قَالَ رَجُلاَنِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُواْ عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٢٣﴾ قَالُواْ يَا مُوسَى إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَداً مَّا دَامُواْ فِيهَا فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ ﴿٢٤﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي لا أَمْلِكُ إِلاَّ نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ ﴿٢٥﴾ قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِي الأَرْضِ فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ ﴿٢٦﴾</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>(20) <strong><em>Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah ni`mat Allooh atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain”.</em></strong></p>
<p>(21) <strong><em>Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allooh bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.</em></strong><em></em></p>
<p>(22) <strong><em>Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”</em></strong></p>
<p>(23) <em>Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allooh) yang Allooh telah memberi ni`mat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allooh hendaknya kamu bertawakkul, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.</em></p>
<p>(24) <strong><em>Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Robb-mu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.”</em></strong></p>
<p>(25) <strong><em>Berkata Musa: “Ya Robb-ku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu”</em></strong></p>
<p>(26) <strong><em>Allooh berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu</em></strong><em>.”</em></p>
<p>Demikianlah tabi’at orang-orang Yahudi Bani Isro’iil. Jangankan diatur oleh manusia biasa, bahkan diatur oleh Nabi-nya sendiri pun mereka itu membangkang. Oleh karena itu janganlah merasa heran apabila orang-orang Yahudi Bani Isro’iil sampai zaman sekarang itu adalah orang-orang yang pembangkang (terhadap Allooh سبحانه وتعالى).</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. An Nisaa’ (4) ayat 153</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَاباً مِّنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُواْ مُوسَى أَكْبَرَ مِن ذَلِكَ فَقَالُواْ أَرِنَا اللّهِ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُواْ الْعِجْلَ مِن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَن ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَاناً مُّبِيناً </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka <strong>sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allooh kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kedzolimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata</strong>, lalu Kami ma`afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata</em>.”</p>
<p>Juga firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. Al Baqoroh (2) ayat 54-55</strong> berikut ini:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُواْ إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴿٥٤﴾ وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ ﴿٥٥﴾</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>(54) <strong><em>Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah mendzolimi dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sebagai sesembahanmu)</em></strong><em>, maka bertaubatlah kepada Robb Pencipta-mu dan bunuhlah dirimu*]. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Robb Pencipta-mu; maka Allooh akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”</em></p>
<p>(55) <em>Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: <strong>“Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allooh dengan terang**]”, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya***]</strong></em>.”</p>
<p>*] “Membunuh dirimu”, ada yang mengartikan: Orang-orang yang tidak menyembah patung anak lembu itu membunuh orang yang menyembahnya. Ada pula yang mengartikan: Orang-orang yang menyembah patung anak lembu itu saling bunuh-membunuh. Dan ada pula yang mengartikan: Mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing untuk bertaubat.</p>
<p>**] Maksudnya adalah melihat Allooh سبحانه وتعالى dengan mata kepala secara nyata.</p>
<p>***] Karena permintaan semacam ini menunjukkan keingkaran dan ketakaburan mereka, oleh karena itu mereka disambar halilintar sebagai adzab dari Allooh سبحانه وتعالى.</p>
<p>Dari <strong>QS. Al Baqoroh (2) ayat 55 </strong>diatas, jelaslah bahwa orang-orang Yahudi Bani Isro’iil lagi-lagi meminta agar Allooh سبحانه وتعالى dapat dilihat secara indera-mata atau secara materi. Oleh karena itu, tidaklah heran apabila orang-orang Yahudi hingga zaman sekarang pun ingin menjelmakan tuhannya dalam bentuk <strong><em>Kabbala</em></strong>, karena sejak zaman dahulu tabi’at mereka adalah seperti itu didalam sejarahnya.</p>
<p><strong><em>Kelima</em></strong>, perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. Al Maa’idah (5) ayat 64</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُواْ نَاراً لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allooh terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila`nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allooh terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Robb-mu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan diantara mereka. <strong>Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allooh memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allooh tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan</strong></em>.”</p>
<p>Dalam ayat diatas ini dapatlah diambil pelajaran bahwa <strong>orang-orang Yahudi Bani Isro’iil itu selalu menyalakan api peperangan, dan senantiasa membuat berbagai kerusakan dan kehancuran di muka bumi</strong>. Oleh karena itu hendaknya kaum Muslimin waspada atas berbagai kerusakan yang disebarkan oleh orang-orang Yahudi; bahkan di zaman sekarang ini adalah dalam bentuk berbagai tayangan yang tidak patut  di berbagai media massa seperti televisi, film-film di bioskop-bioskop, internet, game-game, playstation ataupun dalam bentuk penyebaran <em>trend</em> mode-mode pakaian yang terbuka aurotnya dan sebagainya. Kerusakan demi kerusakan yang mereka ciptakan tersebut <em>insya Allooh</em> akan kita bahas dalam kajian tersendiri nantinya.<strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Keenam</em></strong>, perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. Al Baqoroh (2) ayat 79</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>“<strong><em>Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allooh”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan</em></strong>.”</p>
<p>Rabbi-Rabbi (Pendeta-Pendeta) Yahudi melakukan meditasi, lalu mereka menulis Kitab yang mereka sebut sebagai “<strong><em>Zuhaar</em></strong>” (<strong><em>Cahaya</em></strong>), dimana Kitab itu menurut mereka adalah penjelas bagaimana caranya agar seseorang dapat sampai kepada tingkat <em>ma’rifat</em>. Padahal Kitab itu adalah tulisan tangan mereka sendiri, namun mereka katakan, “<em>Ini dari Allooh</em>”, yang demikian itu adalah kedustaan belaka yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang sedikit.</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-15.jpg"><img title="KBPY-1" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-15.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p><strong><em>Ketujuh</em></strong>, perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. Al Baqoroh (2) ayat 111</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَقَالُواْ لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَن كَانَ هُوداً أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>“<strong><em>Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar</em></strong><em>“.</em></p>
<p>Orang-orang Yahudi Bani Isro’iil mengklaim bahwa hanya merekalah yang akan masuk kedalam surga. Namun dalam ayat diatas, Allooh سبحانه وتعالى membantah klaim mereka tersebut dengan menyatakan bahwa, “<em>Itu adalah angan-angan kosong mereka belaka</em>.”</p>
<p>Sejarah pun membuktikan bahwa sejak zaman Nabi Ibrohim عليه السلام hingga Nabi ‘Isa عليه السلام diturunkan begitu banyak Nabi-Nabi di kalangan Bani Isro’iil, namun orang-orang Bani Isro’iil tidak menjadi lebih baik keimanannya, bahkan mereka menjadi semakin memburuk hingga sampai dengan membunuhi Nabi-Nabi mereka sendiri.</p>
<p>Ada fase-fase yang dilalui oleh orang-orang Yahudi, yaitu fase dimana mereka berasal dari para <strong><em>Qodhi</em></strong>; dimana bumi disekitar Palestina dibagi menjadi 12 wilayah. Setiap wilayah kabilah dipimpin oleh seorang pemimpin dari keturunan Nabi Ya’qub عليه السلام; dan ini berlangsung sekitar 4 abad lamanya. Pemimpin mereka yang terakhir adalah <strong><em>Samuel</em></strong> dari keturunan Bunyamin.</p>
<p>Masa kedua adalah masa <strong>raja-raja</strong>, dimana diantaranya kita kenal antara lain adalah <strong><em>Thalut</em></strong> (Saul), <strong><em>Nabi Daawud</em></strong> عليه السلام dan <strong><em>Nabi Sulaiman</em></strong> عليه السلام. Masa demi masa ini dijelaskan didalam Kitab “<strong><em>Diroosaat Fii Al Adyaan Al Yahudiyyah Wan Nashroniyyah</em></strong>” yang ditulis oleh <strong>Dr. Sa’uud bin ‘Abdil ‘Aziiz Al Kholaf</strong>.</p>
<p><strong><em>Kaitan erat antara Yahudi-Paganisme dan Kabbala</em></strong></p>
<p><strong><em>Kabbala</em></strong> berasal dari bahasa Ibrani “<strong><em>Qabbala</em></strong>” yang berarti menerima, maksudnya adalah <strong>menerima doktrin <em>okultisme</em> (sihir) secara rahasia</strong>.</p>
<p>Sebagaimana telah kita bahas diatas bahwa <strong>orang-orang Yahudi sejak zaman dahulu selalu ingin menjelmakan tuhannya dalam bentuk berhala (materi)</strong>, sehingga apabila dipelajari lebih lanjut maka <strong><em>Kabbala </em></strong>pun ternyata merupakan upaya mereka untuk mewujudkan hal tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu <strong><em>Kabbala </em></strong>sebagaimana diuraikan oleh orang Barat sendiri yakni <strong><em>Lance S. Owens</em></strong> dalam tulisannya yang berjudul “<strong><em>Joseph Smith and</em></strong> <strong><em>Kabbalah: The Occult Connection</em></strong>”, ia menulis sebagai berikut:</p>
<p>“<em>Pengalaman </em><em>Kabbalistik menimbulkan beberapa pemahaman tentang</em><em> Tuhan, yang kebanyakan menyimpang dari pandangan ortodoks. Prinsip paling inti dari kepercayaan </em><em>Bani Isr</em><em>o’iil adalah persaksian bahwa “Tuhan kami satu”. Tetapi <strong>Kabbalah menyatakan bahwa sementara Tuhan ada dalam bentuk tertinggi sebagai suatu keesaan yang sepenuhnya tak terlukiskan — Kabbalah menamainya Ein Sof, yang tak berhingga — singularitas yang tak terpahami ini perlu menjelma menjadi banyak sekali bentuk ketuhanan: suatu pluralitas dari banyak Tuhan. Inilah yang oleh para pengikut Kabbalah dinamai Sefiroth, berbagai bejana atau wajah Tuhan. Para pengikut Kabbalah mencurahkan banyak meditasi dan spekulasi kepada misteri bagaimana Tuhan turun dari keesaan yang tak terpahami kepada pluralitas</strong>. Sudah tentu, citra Tuhan berwajah banyak ini memberi ruang untuk tuduhan sebagai politeistik, sebuah serangan yang dibantah para pengikut Kabbalah dengan penuh semangat, walau tak pernah sepenuhnya berhasil. <strong>Tidak hanya Tuhan itu plural dalam teosofi Kabbalistik, tetapi sejak pemunculan pertamanya yang halus dari keesaan yang tak terpahami, Tuhan telah memiliki dwi bentuk sebagai Lelaki dan Perempuan; sebentuk Ayah dan Ibu supernatural, Hokhmah dan Binah, merupakan bentuk-bentuk pemunculan Tuhan yang pertama. Para pengikut Kabbalah menggunakan metafor seksual yang terang-terangan untuk menjelaskan bagaimana persetubuhan dari Hokhmah dan Binah menghasilkan ciptaan yang lebih jauh</strong></em>.”<em></em></p>
<p>(Lance S. Owens, Joseph Smith and Kabbalah: The Occult Connection, Dialogue: A Journal of Mormon Thought, Vol. 27, No. 3, Fall 1994, hal. 117-194)</p>
<p>Jadi Tuhan itu oleh orang-orang Yahudi dijelmakan kedalam bentuk banyak berhala, yang dikatakan mereka sebagai berbagai bejana atau wajah Tuhan.</p>
<p>Sedangkan proses penciptaan menurut ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong> pun adalah jauh berbeda dari yang diberitakan di dalam Taurat. Penciptaan menurut <strong>Kabbala </strong>berkaitan erat dengan gagasan Mesir Kuno tentang keberadaan kekal dari materi. Oleh karena itu proses penciptaan didalam ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong> adalah dimulai dengan munculnya benda-benda yang disebut <a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sephirot&amp;usg=ALkJrhgcB8739mquz1CbO0EZEnLq2YuvHg" target="_blank"><strong><em>Sephirot</em></strong></a> yang artinya <strong><em>lingkaran-lingkaran</em></strong> atau <strong><em>orbit-orbit</em></strong> yang bersifat material maupun spiritual. Benda tersebut berjumlah 32. Sepuluh (10) yang pertama merepresentasikan massa bintang-bintang di angkasa. Demikian ini adalah sebagaimana diutarakan oleh seorang<em> Freemason</em> berkebangsaan Turki yakni <strong>Murat Ozgen Aifer</strong> dalam bukunya “<strong>Masonluk Nedir ve Nasildir? (What is Freemasonry?)</strong>” sebagai berikut:</p>
<p>“<strong>Jelaslah bahwa Kabbalah disusun bertahun-tahun sebelum keberadaan Taurat. Bagian paling penting dari Kabbalah adalah sebuah teori tentang pembentukan alam semesta. Teori ini sangat berbeda dengan kisah penciptaan yang diterima oleh agama-agama ketuhanan. Menurut Kabbalah, pada awal penciptaan, muncullah benda-benda yang disebut Sefiroth, artinya “lingkaran-lingkaran” atau “orbit-orbit”,yang mengandung baik sifat material maupun spiritual. Benda-benda ini berjumlah 32. Sepuluh yang pertama merepresentasikan massa bintang-bintang di angkasa. Keistimewaan Kabbalah ini menunjukkan bahwa ia berhubungan erat dengan sistem kepercayaan astrologis kuno</strong>…. <em></em></p>
<p>Jadi, <strong>Kabbalah jauh dari agama Yahudi dan berhubungan erat dengan agama-agama kuno yang misterius dari Timur</strong>.”</p>
<p>(Murat Ozgen Ayfer, Masonluk Nedir ve Nasildir? (What is Freemasonry?), Istanbul, 1992, hal. 298-299)</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-2.jpg"><img title="KBPY-2" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-2.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p><strong><em>Sefiroth: Pohon Kehidupan Kabbala (Kabbalah Tree of Life)</em></strong></p>
<p>Tuhan dalam pandangan kaum <em>Kabbalis</em> Yahudi adalah memiliki keesaan yang tidak bisa dilukiskan oleh mereka, yang mereka sebut sebagai <strong><em>Ein Sof</em></strong>. Oleh karena itu mereka kemudian mewujudkannya dalam materi “<em>banyak bentuk tuhan</em>” yang dimanifestasikan dalam sepuluh aspek <a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sephirot&amp;usg=ALkJrhgcB8739mquz1CbO0EZEnLq2YuvHg" target="_blank"><strong><em>Sephirot</em></strong></a><strong><em> </em></strong>(<strong><em>Sefiroth</em></strong>).</p>
<p><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Hermetic_Qabalah&amp;usg=ALkJrhhFC8aJN0iQG6Bu7rZ-KZQLjFm-VA" target="_blank">Kesepuluh aspek</a><strong> </strong><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sephirot&amp;usg=ALkJrhgcB8739mquz1CbO0EZEnLq2YuvHg" target="_blank"><strong><em>Sephirot</em></strong></a><strong><em> </em>(<em>Sefiroth</em>) tersebut yakni:</strong><strong></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Kether Elyon</em></strong> : Mahkota tertinggi</li>
<li><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Chokhmah&amp;usg=ALkJrhhR-ecyE1Q0I6t2I4DUVn8Yg9jmHA" target="_blank"><em>Cho</em><em>chmah</em></a> : Kebijaksanaan</li>
<li><a title="klik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Binah_%28Kabbalah%29&amp;usg=ALkJrhh0UbtW07lD_RrjL8Wtb0Cq5l0Wyg" target="_blank"><em>Binah</em></a> : Memahami</li>
<li><a title="klik untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Chesed&amp;usg=ALkJrhjPgiHqYAM6EoOCt1xyQTrMzGHFkQ" target="_blank"><em>Chesed / Daath</em></a> : Cinta / Pengampunan</li>
<li><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Gevurah&amp;usg=ALkJrhh3lUKzjk_V7pUsG9jMbsM_o0xxvA" target="_blank"><em>Din / Ge</em><em>wurah (Geburah)</em></a> : Kekuasaan / Keputusan</li>
<li><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Tiferet&amp;usg=ALkJrhhJin9F2-OxDdpmDKIadfkFxi4gjw" target="_blank"><em>Tiphareth (Tiferet)</em></a> : Kasih Sayang</li>
<li><a title="Netzach" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Netzach"><em>Netzach</em></a><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Netzach&amp;usg=ALkJrhjICzew6pbKYLQCbq0El9Bkb5JGSQ" target="_blank"><em> / </em></a><a title="Netsakh" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Netsakh"><em>Netsakh</em></a> : Keabadian / Kemenangan</li>
<li><strong><em>Hod </em></strong>: Keagungan</li>
<li><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Yesod_%28Kabbalah%29&amp;usg=ALkJrhgvaGSxe0r4-g6Exl1o9JzWA_2Z-Q" target="_blank"><em>Jesod</em></a> : Fondasi</li>
<li><a title="klik untuk info" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;twu=1&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Malkuth&amp;usg=ALkJrhgWcv1Rr193GXn4T12rORFP8i0vzg" target="_blank"><em>Mal</em><em>chuth</em></a> : Kerajaan (<em>Sekhinah</em>)</li>
</ol>
<p>Perhatikanlah betapa orang-orang Yahudi dengan ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong>-nya ini, telah menyimpang jauh dari seruan dakwah <em>Tauhiid</em> para Nabi mereka. Karena mereka tidak percaya bahwa Allooh سبحانه وتعالى adalah Pencipta seluruh alam semesta ini. Bintang-bintang dan semua benda-benda di langit, manusia dan seluruh makhluk itu pada hakekatnya adalah ciptaan Allooh سبحانه وتعالى. Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam <strong>QS Asy Syuuro (42) ayat 11</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p><strong>“<em>(Allooh) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula)</em></strong><em>, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. <strong>Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia</strong>, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat</em>.”</p>
<p>Juga firman-Nya dalam <strong>QS. Al An’aam (6) ayat 95-99</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>إِنَّ اللّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذَلِكُمُ اللّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ ﴿٩٥﴾ فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿٩٦﴾ وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُواْ بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ﴿٩٧﴾ وَهُوَ الَّذِيَ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ ﴿٩٨﴾ وَهُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِراً نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبّاً مُّتَرَاكِباً وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهاً وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انظُرُواْ إِلِى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿٩٩﴾</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>(95) <strong><em>Sesungguhnya Allooh menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allooh, maka mengapa kamu masih berpaling?</em></strong><em></em></p>
<p>(96) <strong><em>Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan</em></strong><em>. Itulah ketentuan Allooh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.</em></p>
<p>(97) <strong><em>Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.</em></strong><em> Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.</em></p>
<p>(98) <strong><em>Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri</em></strong><em>, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.</em></p>
<p>(99) <strong><em>Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan</em></strong><em>,maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau,Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur,dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa.Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya.Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allooh) bagi orang-orang yang beriman</em>.”</p>
<p>Lalu Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam <strong>QS. Al An’aam (6) ayat 102-103</strong> bahwa:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>ذَلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمْ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ ﴿١٠٢﴾ لاَّ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿١٠٣﴾</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>(102) <em>(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah <strong>Allooh Robb-mu; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.</strong></em></p>
<p>(103) <strong><em>Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata</em></strong><em>, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui</em>.”</p>
<p>Allooh سبحانه وتعالى lah Pencipta segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, kemudian dalam <strong>QS. Al An’aam (6) ayat 103</strong> diatas, Allooh سبحانه وتعالى menegaskan bahwa <strong>Allooh</strong> سبحانه وتعالى <strong>itu tidak dapat dicapai dengan penglihatan mata manusia</strong>. Namun orang-orang Yahudi dengan ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong>-nya berkeras untuk menjadikan agar tuhan itu dapat dilihat oleh indera mata mereka.</p>
<p>Bahkan akibat pengaruh dari<em> paganisme</em> Mesir Kuno yang meyakini bahwa materi itu selalu ada, dan menolak bahwa materi itu diciptakan oleh Allooh سبحانه وتعالى dari ketiadaan, maka dalam ajaran Kabbala ini pun mereka menyatakan bahwa manusia itu tidak diciptakan oleh Allooh سبحانه وتعالى, tetapi manusia itu lah yang bertanggungjawab untuk mengatur keberadaan mereka sendiri. Hal ini adalah sebagaimana yang dikatakan oleh <strong>Lance S. Owens</strong> dalam tulisannya “<strong><em>Joseph Smith and</em></strong> <strong><em>Kabbalah: The Occult Connection</em></strong>” sebagai berikut:</p>
<p>“<em>Citra Tuhan yang kompleks… juga dilukiskan oleh Kabbalah memiliki sebuah bentuk yang uniter</em><em>, antropomorfik</em><em>. <strong>Menurut sebuah resensi Kabbalistik, Tuhan adalah Adam Kadmon:  Manusia purba atau bentuk pola dasar pertama manusia. Manusia berbagi dengan Tuhan, baik kilauan cahaya ketuhanan yang hakiki dan tak diciptakan, juga bentuk yang organik dan kompleks.</strong> Persamaan aneh tentang Adam sebagai Tuhan didukung oleh sebuah sandi Kabbalah: nilai numeris dari nama Adam dan Jehovah dalam bahasa Ibrani (Tetragrammaton, Yod he vavhe) adalah sama-sama 45. Jadi, <strong>dalam penafsiran Kabbalah, Jehovah sama dengan Adam: Adam adalah Tuhan.</strong> <strong>Dengan penegasan ini datanglah pernyataan bahwa semua manusia dalam perwujudan tertinggi menyerupai Tuhan</strong></em>.”</p>
<p>(Lance S. Owens, Joseph Smith and Kabbalah: The Occult Connection, Dialogue: A Journal of MormonThought, Vol. 27, No. 3, Fall 1994, hal. 117-194)</p>
<p>Apabila diteliti lebih lanjut, maka ajaran <strong>Kabbala</strong> ini pada dasarnya adalah mengarahkan manusia kepada materialisme dan humanisme sekuler.</p>
<p>Didalam ajaran Kabbala, <strong>Iblis</strong> disebut sebagai <strong>Lucifer </strong>(Cahaya atau Pencerahan). Hal ini berkaitan dengan kepercayaan mereka bahwa kekuasaan itu berasal dari <strong>cahaya</strong>, <strong>api</strong> dan <strong>matahari</strong> yang merupakan <strong>perlambang Iblis</strong>.</p>
<p>Menurut <strong>David Livingstone</strong> (seorang sejarawan asal Kanada yang masuk Islam pada tahun 1992), ia menulis sebuah buku berjudul “<strong><em>Surrendering Islam</em></strong>”, dimana didalamnya ia menjelaskan bahwa tuhan dari Kabbala itu adalah <strong><em>Lucifer</em></strong>. Kabbala itu didasari oleh mitologi pagan kuno yang bermula dari kisah seorang dewa imajinatif yang menciptakan alam semesta, dan dewa perampas <em>Lucifer </em>yang kemudian mengalahkannya. <em>Lucifer</em> itu datang untuk menggantikannya memerintah alam semesta. <em>Lucifer </em><em> </em>adalah keturunan dewa – dewi. Tetapi anak dewa ini juga mengawini ibunya sendiri. Anak dewa ini diidentifikasikan dengan Matahari sementara sang dewi dikenal dengan planet <strong><em>Venus</em></strong>, <strong>bintang yang pertama kali terlihat saat matahari terbit</strong>.</p>
<p>“<em>Pada dasarnya, dewa dan dewi itu dipandang sebagai dua aspek dari dewa tunggal</em>.”  <strong>Livingstone </strong>menulis, “<em>Dengan demikian, <strong>nama lain untuk </strong></em><strong><em>syaithoon</em></strong><em> </em><em>adalah </em>“<strong><em>Prince of </em></strong><strong><em>the Dawn</em></strong><em> </em><em>(Pangeran Fajar)</em>”<em> </em><em>atau </em><em>“<strong>Son of the Dawn</strong></em><strong><em> </em></strong><em>(Anak Fajar)</em>”.”</p>
<p>Disinilah hikmahnya mengapa <strong>Rosuulullooh</strong> صلى الله عليه وسلم <strong>menjadikan waktu ketika matahari terbit dan terbenam adalah waktu terlarang untuk melakukan sholat</strong>, <strong>karena pada saat itu adalah matahari berada diantara kedua tanduk <em>syaithoon</em></strong>. Sebagaimana dalam Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory no: 3009, dari Shohabat ‘Abdullooh bin ‘Umar رضي الله عنهما, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>إذا طلع حاجب الشمس فدعوا الصلاة حتى تبرز وإذا غاب حاجب الشمس فدعوا الصلاة حتى تغيب ولا تحينوا بصلاتكم طلوع الشمس ولا غروبها فإنها تطلع بين قرني شيطان أو الشيطان</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Jika terbit penutup matahari maka tinggalkanlah sholat sehingga matahari tampak jelas, dan jika terbenam tepi matahari maka tinggalkanlah sholat sehingga matahari tenggelam seluruhnya. <strong>Dan janganlah kalian sholat pada saat terbit matahari atau terbenam,</strong> <strong>sebab matahari itu terbit diantara dua tanduk syaithoon</strong></em>.”</p>
<p><em>Lucifer</em>, dilambangkan sebagai kejahatan, dikenal sebagai “<em>Dewa yang sekarat</em>” karena setiap musim dingin ia meninggal dan turun ke neraka dimana disana ia memerintah roh-roh orang mati. Kabbalisme adalah pemuja seks yang terikat dengan siklus musim. Hal ini berkaitan dengan perkawinan inses dewa dan dewi dalam rangka untuk menentukan kesuburan.</p>
<p><em>Lucifer </em>menuntut pengorbanan nyawa manusia. Ia harus diredakan kemarahannya untuk mencegah kejahatannya dan langsung melawan musuhnya. Pengorbanan yang paling jahat adalah pembantaian terhadap anak-anak.</p>
<p><strong>David Livingstone</strong> menjelaskan: “<em>(</em><em>Pengorbanan anak </em><em>ini</em><em>) menjadi dasar pemuja setan ini seperti yang disembah </em><em>di zaman dahulu di seluruh dunia. Ritus-ritus kematian dan kebangkitan meniru</em><em> seperti </em><em>apa yang dialami dewa </em><em>(Lucifer</em><em>).</em><em> Peserta ritual meminum minuman keras dan tarian diiringi musik untuk mencapai keadaan ekstasi</em><em>, atau kerasukan Jin </em><em>(s</em><em>yaithoon) dimana mereka percaya bahwa mereka dapat mencapai kemampuan supranatural seperti merubah wujud </em><em>(transformasi</em><em>), </em><em>kepandaian meramal (clairvoyance</em><em>) dan kekuatan </em><em>sihir lainnya. Dalam keadaan ini, mereka akan menyembelih seorang anak dan </em><em>memakan daging serta meminum darahnya dengan tujuan agar supaya dewa bisa </em><em>ber-reinkarnasi kedalam tubuh mereka</em>.”</p>
<p>Seorang pembelot <strong><em>Illuminati</em></strong> bernama <strong><em>Svali</em></strong>, memberikan kesaksian bahwa praktek-praktek pengorbanan anak-anak masih terus berlangsung hingga hari ini:</p>
<p><em>Illuminati adalah sebuah kelompok yang mempunyai kepercayaan terhadap “Pencerahan-Enlightement”. Yaitu faham Luciferian, mereka mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa akar ajarannya adalah berasal dari kepercayaan mistik di zaman kuno semasa Babilonia, Mesir, dan Celtic Druidisme. Mereka mengambil apa yang “terbaik” menurut anggapannya dari praktek-praktek yang mendasari setiap ajaran tersebut, kemudian menggabungkan semuanya kedalam sebuah disiplin sihir yang betul-betul kuat. Banyak kelompok pemujaan ditingkat lokal memuja dewa-dewa masa lampau seperti “El”, “Baal”, dan “Ashtarte”, seperti juga “Isis dan Osiris” dan “Set”. “…. Saya (Svali) sungguh-sungguh mengetahui bahwa mereka ini mengajarkan dan mempraktekkan ajaran syaithoon yang jahat.</em>” (<a href="http://www.savethemales.ca/">http://www.savethemales.ca</a>)<em></em></p>
<p><strong>David Livingstone</strong> mengatakan bahwa ritual ini biasanya termasuk pesta pora seks dimana dalam “<em>Pernikahan Kudus</em>” itu seorang imam dan pendeta berkedok dewa dan dewi; mereka kerasukan Jin dan melakukan hubungan seks dimana anak yang dilahirkannya akan menjadi “<em>anak dewa</em>” yang kemudian akan memerintah sebagai raja.</p>
<p>Kemudian <strong>Livingstone</strong> mengatakan bahwa hal ini merupakan ritual dasar pemuja syaithoon yang sekarang mendominasi dunia:</p>
<p>“<em>Ini adalah </em><em>kepercayaan rahasia yang sering disebut sebagai okultisme.</em><em> Para pendukungnya telah memajukan rencana s</em><em>yaithoon untuk menciptakan <strong>Tata</strong></em><strong><em>nan Dunia Baru</em></strong><em> </em><em>(<strong>New World Order</strong></em><em>), dan <strong>penghapusan agama Islam</strong>..</em>”  (“<em>Surrendering Islam</em>”, hal. 11-13)</p>
<p>Betapa rusaknya ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong> ini, karena sebagaimana dijelaskan oleh <strong><em>Livingstone</em></strong> maka seks (perzinaan, phedofilia, inses) dalam Kabbala itu digunakan untuk menurunkan martabat manusia dan menjadikan manusia seperti <em>s</em><em>yaithoon</em>. Dan ujung-ujungnya adalah mereka ingin menghapuskan Islam dari muka bumi serta membentuk suatu <strong>Tatanan Dunia Baru</strong> (<strong><em>New World Order</em></strong>) dibawah kekuasaan kelompok Illuminati dan mempercepat kedatangan <strong><em>Al Masiih Ad Dajjaal</em></strong>.</p>
<p><strong><em>Kabbala adalah Doktrin Mistik Rahasia Yahudi dan Freemasonry</em></strong></p>
<p>Menurut <strong><em>Kabbala</em></strong>, yang merupakan doktrin mistik rahasia orang-orang Yahudi dan organisasi Freemasonry, “<strong><em>Kejahatan dan bencana </em></strong><strong><em>(adalah</em></strong><strong><em>) faktor-faktor endemik dalam proses penciptaan. Tanpa kejahatan tidak mungkin ada yang baik, tanpa kerusakan, penciptaan tidak dapat terjadi</em></strong> …”  – (<em>Kabbalah: An Introduction to Jewish Mysticism,</em> by Byron L. Sherwin, p. 72 72.)</p>
<p>Demikianlah pernyataan yang datang sendiri dari orang-orang Yahudi penganut ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong>. Artinya, semua kekisruhan yang ada di bumi ini, kekacauan, peperangan dan segala kerusakan itu memang sengaja diciptakan oleh mereka, agar terlahir apa yang mereka sebut sebagai <strong>Era Baru</strong>, yakni suatu <strong><em>Tatanan Dunia Baru</em></strong> (<strong><em>New World Order</em></strong>) yang dipimpin oleh mereka. Oleh karena itu motto dari kelompok Illuminati adalah “<strong><em>Order out of Chaos</em></strong> (<em>Orde Kekacauan</em>)”.</p>
<p>Orang-orang Yahudi itu adalah perusak, hal ini pun adalah sebagaimana yang mereka katakan sendiri didalam buku “<strong><em>You Gentiles</em></strong>” halaman 155, yang ditulis oleh <strong><em>Maurice Samuel</em></strong> pada tahun 1924 sebagai berikut:</p>
<p><em>“Dalam segala hal, kami </em><em>adalah perusak – bahkan dalam instrumen kehancuran yang kita kemudian mengubahnya menjadi </em><em>suatu bentuk bantuan… [contoh kasus perang di Iraq—pent</em><em>.] <strong>Kami orang Yahudi adalah perusak, yang akan tetap menjadi perusak untuk selama-lamanya</strong></em><em>. Tidak ada yang akan </em><em>anda bisa lakukan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan kita.</em><strong><em> Kita selamanya akan merusak karena kita menginginkan dunia untuk </em></strong><em><strong>diri kita sendiri</strong>..</em><em>”</em><em></em></p>
<p>Juga perhatikalah apa yang dikatakan oleh <strong><em>Marcus Ravage</em></strong> (penulis biografi Yahudi <em>Rothschild</em><em>)</em><em> </em>pada tahun 1928, dalam esainya yang berjudul “<em>The Real Case Against the Jews</em><em>” sebagai berikut:</em></p>
<p><em>“Anda belum mulai menghargai kedalaman sebenarnya dari kesalahan kita. <strong>Kami adalah penyusup. Kami adalah pengganggu. Kami adalah perusak prinsip-prinsip, korup, subversif</strong> </em><em>. Kami telah mengambil alam dunia </em><em>anda, cita-cita </em><em>anda, takdir </em><em>anda, dan bermain-main malapetaka dengan mereka. <strong>Kami berada dibalik peperangan, bukan hanya perang-perang besar yang terakhir, akan tetapi hampir di semua peperangan </strong></em><strong><em>anda, bukan hanya revolusi Rusia akan </em><em>tetapi </em><em>di setiap revolusi besar lainnya dalam sejarah </em></strong><em><strong>anda</strong>. <strong>Kami telah membawa perpecahan dan kebingungan serta  frustrasi dalam kehidupan pribadi dan publik dunia. Kami masih terus </strong></em><em><strong>akan melakukannya</strong>.</em><em> Tidak seorang pun dapat memberitahu berapa lama lagi kami akan terus melakukannya.</em><em>”- (T</em><em>he C</em><em>entury M</em><em>agazine, J</em><em>anuary 1928, Vol. 115, No. 3, p. 346-350.)</em></p>
<p>Itulah berbagai pernyataan yang datang dari pihak mereka sendiri orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, bisa jadi maraknya pelecehan terhadap Islam di Indonesia dan di berbagai belahan dunia ini adalah hasil kerja dari kaki-tangan <strong><em>Zionis</em></strong> yang berusaha untuk menghancurkan Islam.</p>
<p>Ciri-ciri dari gerakan mereka adalah menebarkan propaganda mengenai pergerakan <em>universal</em>, <em>sekulerisme</em>, <em>pluralisme</em>, dan sebagainya. Disamping itu tidak mustahil mereka pun menebarkan berbagai cara untuk melecehkan ajaran Islam melalui “<em>tangan-tangan</em>” mereka yang lain seperti gerakan sufisme, kebatinan, kejawen dan lain-lain.</p>
<p><strong><em>Waspadai Kebangkitan Ordo Illuminati dan Ajaran Kabbala Yahudi di Indonesia</em></strong></p>
<p>Bahkan saat ini di Indonesia telah disinyalir adanya berbagai usaha untuk menghidupkan ajaran <strong><em>Kabbala</em></strong>, sihir (<em>okultisme</em>), serta ajaran <em>Teosofi</em> dengan berbagai organisasinya yakni <strong><em>Freemasonry</em></strong> <strong><em>Indonesia</em></strong> dan <strong><em>Ordo Illuminati Indonesia</em></strong> (<strong><em>Illuminati Order of Indonesia</em></strong> atau <strong><em>Indonesian Thelemic Order of The Illuminati</em></strong>), yang milisnya bernamakan <strong><em>Mayapada Prana</em></strong>, yang berisi ajakan untuk menjadi anggota mereka yang mereka sebut dengan istilah “<strong><em>Persaudaraan Pencerahan</em></strong>” beserta paket tawaran mereka untuk mempelajari Sihir (<strong><em>Magic, Witchcraft, Sorcery</em></strong>), <strong><em>Kabbala</em></strong>, Berhala (<strong><em>Paganism</em></strong>), Setanisme (<strong><em>Satanism</em></strong>), <strong><em>Tarot</em></strong>, Liberal (<strong><em>Free Thinker</em></strong>), <strong><em>Teosofi</em></strong>, <strong><em>Religion &amp; Beliefs</em></strong>, <strong><em>New Age Movement</em></strong>, <strong><em>Meditasi </em></strong>dan <strong><em>Spiritualitas</em></strong>.</p>
<p>Berhati-hatilah wahai kaum Muslimin, karena milis tersebut  adalah mengajarkan kesesatan dan kekufuran. Hendaknya setiap Muslim memiliki daya tangkal atau “<em>imunisasi</em>” diri yang kuat terhadap ajaran yang jelas-jelas sesat tersebut. Dikhawatirkan terutama generasi muda kaum Muslimin yang tidak tahu apa-apa, belajar Islam-nya pun belum seberapa, membaca Al Qur’an-nya pun belum benar, sumber Hadits yang <em>shohiih </em>pun belum diketahuinya, global struktur <em>dienul</em> Islam-nya pun belum lah paham; lalu mereka membaca tentang ajakan milis tersebut, kemudian terpukau oleh gaya bahasanya yang tampak memikat, maka bisa saja mereka bergabung kedalamnya.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, juga diberitakan di media massa bahwa di tanah air kita ini (Indonesia) bahkan telah dibangun sebuah monumen <strong><em>Menorah Yahudi</em></strong> terbesar di seluruh dunia, yakni di <strong><em>Minahasa</em></strong>, <strong><em>Sulawesi Utara</em></strong>.</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-31.jpg"><img title="KBPY-3" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-31.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p><strong><em>Menorah</em></strong> (yang merupakan lambang suci peribadatan Yahudi) itu dibangun monumennya di kota Menado setinggi 62 kaki. Bendera-bendera Israel terlihat di pelataran ojek dekat tugu menorah raksasa itu. Langit-langit Menorah berbentuk <strong><em>Bintang Daawud</em></strong> yang sangat besar. Dan menyedihkannya menorah itu dibangun dengan dana dari kas Pemerintah Daerah setempat sebesar 150.000 dolar Amerika ! <em>Na’uudzu billaahi min dzaalik</em>.</p>
<p>Wahai kaum Muslimin, kita harus bersegera — sebelum terlambat — untuk meng-<em>imunisasi</em> terutama diri dan keluarga kita agar <strong><em>istiqomah </em></strong>diatas <strong><em>Al Islaam</em></strong> dan tidak tergiur dengan berbagai “<em>hura-hura</em>” yang marak dipropagandakan oleh musuh-musuh Allooh سبحانه وتعالى.</p>
<p><strong>TANYA JAWAB</strong></p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Diatas dijelaskan bahwa salah satu musuh Islam yang dengan gencar dan licik serta didukung oleh segala fasilitas adalah <strong><em>Yahudi</em></strong>. Tetapi ada pula informasi lain bahwa kita ummat Islam dikepung oleh musuh lain yakni dari kelompok <strong><em>Syi’ah</em></strong> yang juga sudah beberapa lama masuk ke Indonesia. Meskipun gerakan mereka masih belum begitu nyata, karena mereka sangat pandai ber-<strong><em>Taqiyyah</em></strong> (berpura-pura) sebagai Islam. Maka bagaimanakah membedakan kedua musuh itu, ataukah ada kerjasama antara Yahudi dan Syi’ah?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Benar sekali pertanyaan dan pernyataan anda. Dan itu penting sekali untuk kita sadari dan kita ketahui, yaitu bahwa gerakan Syi’ah di Indonesia sudah mulai “unjuk gigi”.</p>
<p>Sudah diberitakan oleh media massa bahwa Syi’ah di Indonesia menyatakan adanya sekitar 8.000 personil mereka melakukan upacara 10 ‘Asyuuro (10 Muharrom), yaitu peringatan terbunuhnya Husein di Karbala. Dan peringatan mereka itu diadakan di daerah Halim di Jakarta.</p>
<p>Benar pula apa yang ditanyakan diatas, dan hal ini menunjukkan bahwa tugas kita ini bertumpuk-tumpuk. Tidak hanya menghadapi Yahudi, juga menghadapi Syi’ah. Oleh karena itu sangatlah penting untuk disadari bahwa kita ini hendaknya mengupayakan bagaimana caranya untuk memantapkan ‘aqiidah <strong><em>Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah</em></strong>, sehingga kita ini tetap <strong><em>istiqomah</em></strong> dalam ber-<em>‘aqidah</em>. Dengan demikian akan menjadi kuat melawan berbagai “<em>virus</em>” apa pun yang berbahaya bagi keimanan kita. Mudah-mudahan Allooh سبحانه وتعالى memberikan ketahanan pada diri kita.</p>
<p>Benar, memang Syi’ah ini bukan lagi sekedar menggejala, melainkan ia sudah menyusup ke berbagai wilayah, baik melalui kampus-kampus perguruan tinggi, melalui majelis-majelis ta’lim, melalui bea-siswa, melalui bantuan-bantuan materi dan pada saat ini juga sedang dikader di kota <strong>Qum</strong> (Iran) sebanyak 6.000 orang dari Indonesia.</p>
<p>Kelak, bila mereka pulang ke Indonesia dari pengkaderan itu, maka akan semakin menjadi seperti apa keadaan kaum Muslimin di Indonesia ini?</p>
<p>Sebagai bukti, berikut ini lihatlah video youtube berjudul “<strong>SYIAH MEMBANTU AMERIKA </strong><strong>menyerang AFGHANISTAN PROOF</strong>” dengan kode http atau URL-nya adalah: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=UeUZkEkpomk">http://www.youtube.com/watch?v=UeUZkEkpomk</a><strong></strong></p>
<p>Ternyata Taliban di Afghanistan menjadi habis punah dibunuhi oleh serdadu Amerika itu adalah atas hasil kerjasama antara Syi’ah Iran dengan Amerika. Demikian pula di Iraq dan di Yaman, yang membunuhi <em>Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah </em>adalah kaum Syi’ah. Juga di Turki sudah mulai menghangat pertikaian di Parlemen dan Kementrian (Eksekutifnya) antara <em>Ahlus Sunnah</em> dan <em>Syi’ah</em>.</p>
<p>Itulah yang harus kita waspadai. Bahkan di Indonesia pun, Fatwa dari MUI sudah jelas-jelas menyatakan bahwa Syi’ah itu adalah sesat dan dilarang di tanah air kita ini. Tetapi fakta di lapangannya, Syi’ah ini tetap saja menjalar dan bertambah banyak kaum Muslimin yang terjerat olehnya.</p>
<p><strong>Dengan tantangan yang semakin banyak ini, semestinya kaum Muslimin sadar bahwa hendaknya mereka itu bersatu !</strong> Janganlah mudah bermusuh-musuhan hanya karena persoalan <em>Furuu’</em> (Cabang) yang sebenarnya bukan tergolong bersifat perbedaan <em>‘Aqiidah</em>. Hendaknya kita mengumpulkan energi, berusaha memperkokoh dan memperkuat barisan kaum Muslimin.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan pengajian ini, kita berusaha agar bagaimana iman kita ini menjadi kokoh, lalu ilmu <em>dien</em> kita pun bertambah sehingga <em>Ukhuwwah Islamiyyah</em> pun diharapkan menjadi lebih erat dan pada akhirnya <em>dienul</em> Islam dapat tetap tegak di muka bumi ini.</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<ol>
<li>Diatas dijelaskan bahwa Yahudi Bani Isro’iil adalah kaum yang bodoh. Sementara itu kita lihat bahwa di dunia ini mereka diakui sebagai orang yang cerdas-cerdas. Bagaimana yang dimaksud “<em>bodoh</em>” dalam ayat yang dijelaskan tadi?</li>
<li>Di sepanjang jalan MT. Haryono, Jakarta, banyak terlihat pot-pot bunga yang berlambang Bintang Segi Enam (Bintang Daawud), apakah itu juga termasuk bagian dari gerakan Yahudi (Zionis)?</li>
</ol>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>1. Yang dimaksud “<em>Jaahil </em>(bodoh)” dalam ayat yang sudah kita bahas tadi itu adalah “<em>bodoh dalam perkara <strong>‘Aqiidah</strong></em>”. Ketika seseorang itu tidak paham tentang perkara <em>dien</em> (agama), maka ia tidak tahu mana jalan yang lurus menuju Allooh سبحانه وتعالى sehingga sepandai-pandai apapun ia dalam perkara duniawinya, setinggi-tinggi apapun ia dalam titel akademiknya, tetap saja ia “<em>jaahil </em>(bodoh)” dalam perkara <strong><em>‘Aqiidah</em></strong> terhadap Allooh سبحانه وتعالى.</p>
<p>Jadi yang dimaksud dengan “<em>Bodoh</em>” atau “<em>Cerdas</em>” itu bukan perkara IQ saja, bukan sekedar urusan ilmu pengetahuan duniawi dan teknologi saja, dan bukan pula berkaitan dengan perkara peradaban saja; melainkan yang terpenting daripada itu adalah untuk perkara <strong><em>Kehidupan Setelah Mati</em></strong>. Apabila seseorang tidak tahu bahwa ia diciptakan di dunia ini untuk menyembah Allooh سبحانه وتعالى serta mentauhidkan-Nya, maka berarti ia “<em>bodoh</em>” dalam mengetahui dengan cara apa ia bisa selamat menuju Allooh سبحانه وتعالى untuk kehidupannya yang tidak hanya di dunia ini saja tetapi juga untuk kehidupannya di akherat nanti.</p>
<p>Jadi seorang yang “<em>bodoh</em>” dalam ayat diatas adalah seorang yang menolak jalan Allooh سبحانه وتعالى. Walaupun secara IQ ia tergolong jenius sekalipun.</p>
<p>Fir’aun yang mengaku dirinya paling tinggi, bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan sekalipun, namun karena ia tidak mengakui jalan Allooh سبحانه وتعالى, maka perhatikanlah betapa ia dihinakan oleh Allooh سبحانه وتعالى dengan ditenggelamkan ke dasar lautan yang dalamnya tidak kurang dari 900 meter.</p>
<p>2. Tentang <strong><em>Bintang Daawud</em></strong> (<em>The Star of David</em>) yang terlihat di tempat-tempat tertentu di Jakarta ini, maka memang benar bahwa itu adalah salah satu dakwah Yahudi. Maka kaum Muslimin pun harus jeli. Jangan asal melihat suatu simbol dari sisi artistik (seni)-nya saja. Karena perlu diketahui bahwa <strong>Bintang Enam</strong> (<strong><em>Bintang Daawud</em></strong>) dan <strong>Bintang Lima</strong> (<strong><em>Pentagram</em></strong>) adalah <strong>simbol Yahudi</strong> dan <strong>simbol setanisme</strong>.</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-4.jpg"><img title="KBPY-4" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-4.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p><strong><em>Bintang Enam (Bintang Daawud) sebagai simbol Yahudi dan Bintang Lima Pentagram simbol setanisme</em></strong></p>
<p>Ironisnya UIN (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati) Bandung, logonya menyerupai Bintang Enam (<em>Bintang Daawud</em>) dan juga Bintang Lima <em>Pentagram</em>.</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-5.jpg"><img title="KBPY-5" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-5.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p>Juga terminal airport di Iran (negara <strong><em>Syi’ah</em></strong>) pun bersimbolkan Bintang Daawud. Semua itu adalah berkaitan dengan program Yahudi (<strong><em>Zionis</em></strong>).</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-6-iran-airport.jpg"><img title="KBPY-6 Iran Airport" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/02/kbpy-6-iran-airport.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p><strong><em>Foto satelit yang diambil dari Google Earth ini menampakkan Terminal Airport Iran yang ternyata bersimbolkan Bintang Daawud</em></strong></p>
<p><em>Alhamdulillah</em>, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ</strong><strong></strong></p>
<p align="center"><strong>والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong><strong></strong></p>
<p><em>Senin malam, </em><em>2 Shofar 14</em><em>33 H   -  </em><em>26 Desember 2011M.</em></p>
<p>Sumber : <a href="http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/02/17/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/#more-3785" target="         _blank">ustadzrofii.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/02/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>‘AQIIQOH, MAKNA DAN HIKMAHNYA</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/02/aqiiqoh-makna-dan-hikmahnya/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/02/aqiiqoh-makna-dan-hikmahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 16:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA['Aqiiqoh]]></category>
		<category><![CDATA[aqiqoh]]></category>
		<category><![CDATA[dalil aqiqoh]]></category>
		<category><![CDATA[makna aqiiqoh]]></category>
		<category><![CDATA[sebab aqiqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Tentang ‘aqiiqoh, maka dia adalah merupakan sembelihan yang disembelih oleh seseorang yang baru saja mendapatkan karunia Allooh Ta'ala berupa anak, yang lahir ke dunia menggunakan hewan domba atau kambing yang semuanya itu dilakukan sebagai bentuk ungkapan bahagia dan rasa syukur kepada Allooh Ta'ala atas lahirnya bayi tersebut dengan selamat. <a href="http://an-najat.org/2012/02/aqiiqoh-makna-dan-hikmahnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Oleh: <em>Ustadz Achmad  Rofi’i, Lc</em>.<em>M.Mpd.</em></p>
<p dir="RTL" align="center">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p dir="RTL" align="center">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Ikhwan dan akhwat, jamaa’ah muslimin رحمكم الله,</p>
<p>Bersyukur senantiasa kita panjatkan kepada Allooh <em>Robbul ‘Aalamiin</em> yang telah menetapkan kita semua sebagai ummat Muhammad صلى الله عليه وسلم.</p>
<p>Salah seorang jamaa’ah telah meminta pada saya untuk menuliskan baginya secara ringkas dan praktis tentang perkara yang bertalian dengan ‘Aqiiqoh, sehubungan dengan kelahiran salah seorang putranya, maka berikut ini adalah sekelumit tentang perkara yang bertalian dengan ‘Aqiiqoh atas kelahiran seorang anak.</p>
<p>Semoga makalah ringkas ini dapat bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><em>‘Amma ba’du</em>:</p>
<p><strong>Tentang ‘Aqiiqoh</strong><strong>:</strong></p>
<p>Jika Allooh سبحانه وتعالى mengaruniai kelahiran anak pada kita, maka ketahuilah bahwa Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berkenaan dengan penyambutan kelahiran anak tersebut adalah sebagai berikut:<strong></strong></p>
<p><strong>1.      </strong><strong>Mengadzani :</strong></p>
<p>Adapun tentang adzan, maka terdapat hadits melalui ‘Ubaidillah bin Abi Roofi’ dari ayahnya رضي الله عنهما, bahwa beliau berkata,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم أذن في أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلاة  </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>“<strong><em>Aku melihat Rosuulullooh</em></strong> صلى الله عليه وسلم <strong><em>adzan seperti adzan sholat pada telinga Al Hasan bin ‘Ali</em></strong> رضي الله عنه <strong><em>ketika Faathimah</em></strong> رضي الله عنها <strong><em>melahirkannya</em>.”</strong></p>
<p>(HR. Imaam Abu Daawud no: 5105 dan  Al Imaam At Turmudzy no: 1514, dan Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله mengatakan bahwa Hadits ini <em>Hasan</em>)<strong></strong></p>
<p><strong>2.      </strong><strong>Mentahnik :</strong></p>
<p>Tahnik adalah seorang dewasa, bisa bapak ataupun ibu si bayi mengunyah kurma, atau kalau tidak ada maka menggunakan sesuatu makanan yang manis seperti madu dan sejenisnya; kemudian dioleskan ke mulut bayi yang baru lahir sehingga yang pertama kali dirasakan oleh bayi itu masuk kedalam mulutnya adalah sesuatu yang manis.</p>
<p>Dan ini adalah Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sebagaimana terdapat riwayat dari Asma رضي الله عنها ketika beliau hamil dengan ‘Abdullooh bin Zubair رضي الله عنه, maka beliau berkata,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>فخرجت وأنا متم فأتيت المدينة فنزلت بقباء فولدته بقباء ثم أتيت رسول الله صلى الله عليه و سلم فوضعه في حجره ثم دعا بتمرة فمضغها ثم تفل في فيه فكان أول شيء دخل جوفه ريق رسول الله صلى الله عليه و سلم ثم حنكه بالتمرة ثم دعا له وبرك عليه وكان أول مولود ولد في الإسلام</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Aku keluar untuk berhijrah sehingga aku sampai di Madinah, dan setibanya di Quba maka aku melahirkannya, lalu aku membawanya kepada Nabi</em> صلى الله عليه وسلم <em>seraya kuletakkan di pangkuannya kemudian <strong>beliau</strong></em> صلى الله عليه وسلم <strong><em>meminta kurma lalu mengunyahnya, dan setelah itu mengoleskannya ke mulut ‘Abdullooh bin Zubair</em></strong> رضي الله عنه <strong><em>sehingga pertama kali yang masuk ke perutnya adalah ludah Rosuulullooh </em></strong>صلى الله عليه وسلم <strong><em>yang bercampur dengan kurma. Kemudian beliau</em></strong> صلى الله عليه وسلم <strong><em>mendoakannya agar Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <em><strong>memberkahinya</strong>, dan ‘Abdullooh bin Zubair</em> رضي الله عنه <em>adalah manusia pertama yang lahir dalam Islam</em>.”</p>
<p>(HR. Imaam Al Bukhoory dalam <em>Shohiih</em>-nya no: 3697, dan Imaam Muslim no: 2146)</p>
<p><strong></strong><strong>3.      </strong><strong>Memberi nama :</strong></p>
<p><strong></strong>Adapun pemberian nama, maka terdapat dalam apa yang diriwayatkan oleh Al Imaam At Turmudzy no: 2832 dimana riwayat ini di-<em>Hasan</em>kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله, dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya رضي الله عنهم bahwa,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بتسمية المولود يوم سابعه ووضع الأذى عنه والعق</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<strong><em>Nabi</em></strong> صلى الله عليه وسلم <strong><em>memerintahkan untuk memberi nama bayi yang baru lahir pada hari ke-7 dan menghilangkan noda darinya serta melakukan ‘Aqiiqoh</em></strong>.”</p>
<p>Hanya saja kebiasaan masyarakat kita dalam memberi nama anak kurang memperhatikan kaidah syar’ie, tetapi berdasarkan kesukuan, semangat atau meniru dari kebudayaan Barat dan Timur, dan lain-lain. Padahal jika kita kembali kepada Al Qur’an ataupun Al Hadiits, maka tidak akan kita temui kecuali bahwa<strong> nama itu hendaknya bermakna baik dan merupakan suatu do’a</strong>, dan disamping itu <strong>hendaknya cukup dengan 1 kata</strong> (seperti: Adam, Nuh, Hud, ‘Isa, Isma’iil, Ibrohiim, Mu’adz, dan seterusnya) <strong>atau 1 kata majemuk</strong> (seperti: ‘Abdullooh, ‘Abdurrohmaan, dan sejenisnya).</p>
<p>Karena itu marilah kita mulai Sunnah ini dan jangan kita lewati.<strong></strong></p>
<p><strong>4.      </strong><strong>Menggunduli rambut :</strong></p>
<p><strong></strong>Berikutnya kepala bayi yang baru lahir tersebut digunduli rambutnya, menggunakan pisau pengerok yang biasa dipakai untuk mengerok jenggot (<em>bagi yang melakukannya</em>) dan ini adalah Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sebagaimana Samuroh bin Jundub رضي الله عنه mengatakan bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>Artinya:</p>
<p>“<em><strong>Setiap bayi yang lahir tergadai dengan ‘aqiiqohnya, disembelihkan hewan ‘aqiiqoh pada hari ke-7-nya, kemudian digunduli kepalanya dan diberi nama</strong>.”</em></p>
<p>(HR. Imaam Abu Daawud no: 2840, di-<em>Shohiih</em>-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله)</p>
<p>Kata “<em>tergadai</em>” dalam Hadits diatas sebagaimana para ‘Ulama <em>Ahlus Sunnah </em>artikan adalah bermakna syafa’at, yaitu jika anak tersebut mati dalam keadaan kecil maka anak itu tidak dapat memberi syafa’at pada Hari Kiamat terhadap kedua orangtuanya. Sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Al Imaam Khoththtooby, Imaam Ahmad bin Hambal رحمهما الله dan lain-lain. Atau bermakna penekanan seolah dia belum terlepas dari gadainya, karena suatu barang jika tergadai maka dia tidak dapat memanfaatkannya, demikian pula dengan anak yang belum tergadai adalah seolah kita terhalang dari mendapat pahala karena kita tidak melakukan ‘aqiiqohnya.</p>
<p>Sebagai catatan, hendaknya mencukur rambut bayi tersebut bukan bermakna memotong ataupun menggunting, akan tetapi menggunduli semua rambut yang tumbuh dan ada di kepala bayi; yang diantara hikmahnya adalah selain mengikuti Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, juga akan merangsang syaraf kepala berkenan dengan tumbuhnya rambut.<strong></strong></p>
<p><strong>5.      </strong><strong>Bershodaqoh seberat rambut dengan nilai perak :</strong></p>
<p>Rambut yang didapat dari proses penggundulan kepala bayi tersebut lalu ditimbang, kemudian bershodaqohlah dengan seberatnya, senilai dengan harga perak sebagaimana ‘Ali bin Abi Thoolib رضي الله عنه berkata,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الحسن بشاة وقال يا فاطمة أحلقي رأسه وتصدقي بزنة شعره فضة قال فوزنته فكان وزنه درهما أو بعض درهم</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<strong><em>Rosuulullooh</em></strong> صلى الله عليه وسلم <em><strong>melakukan ‘aqiiqoh untuk Hasan dengan 1 ekor domba dan bersabda, ‘Ya Faathimah, engkau gunduli kepalanya dan bershodaqohlah seberat timbangan rambutnya dengan perak</strong>’</em>.”</p>
<p>Maka (‘Ali bin Abi Thoolib رضي الله عنه) berkata, “<strong><em>Aku timbang rambutnya sehingga senilai 1 dirham atau kurang</em></strong>.”</p>
<p>(HR. Imaam At Turmudzy no: 1519, dan Hadits ini di-<em>Hasan</em>-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله)</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shoolih Al ‘Utsaimiin رحمه الله ketika ditanya tentang apakah bershodaqoh itu dengan emas ataukah perak, maka beliau رحمه الله menjawab, “<em>Telah terdapat riwayat dalam Hadits dalam Kitab-Kitab Sunnah dimana Ahlil Ilmu bertumpu padanya, bahwa <strong>bayi itu digunduli rambutnya pada hari ke-7 dan bershodaqoh seberatnya dengan perak; akan tetapi khusus untuk anak laki-laki saja. Adapun untuk bayi perempuan maka tidak digunduli kepalanya</strong></em>.”<strong></strong></p>
<p><strong>6.      </strong><strong>‘Aqiiqoh pada hari ke-7 dari hari kelahirannya :</strong></p>
<p>Tentang ‘aqiiqoh, maka dia adalah merupakan sembelihan yang disembelih oleh seseorang yang baru saja mendapatkan karunia Allooh سبحانه وتعالى berupa anak, yang lahir ke dunia menggunakan hewan domba atau kambing yang semuanya itu dilakukan sebagai bentuk ungkapan bahagia dan rasa syukur kepada Allooh سبحانه وتعالى atas lahirnya bayi tersebut dengan selamat.</p>
<p>Adapun tentang ‘aqiiqoh ini ada beberapa hal dalam pelaksanaannya yang harus diperhatikan dan dicamkan dengan baik-baik:</p>
<p>a)      <strong>Hewan ‘aqiiqoh adalah hewan kurban</strong>.</p>
<p>b)      <strong>2 (dua) ekor jika bayinya laki-laki, dan 1 (satu) ekor jika bayinya perempuan</strong>.</p>
<p>c)      <strong>Pelaksanaan ‘aqiiqoh ini hukumnya adalah <em>Sunnah Muakkadah</em></strong> sebagaimana difatwakan oleh para Masyaikh yang tergabung dalam Lembaga Fatwa Saudi Arabia (Lajnah Daa’imah) no: 4861 yang ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziis bin Baaz, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afiifii, Syaikh ‘Abdullooh bin Hudayyan dan Syaikh ‘Abdullooh bin Qu’uud; mereka menyimpulkan bahwa ‘aqiiqoh adalah <em>Sunnah Muakkadah</em>, bagi bayi laki-laki disembelihkan dua ekor domba dan bagi bayi perempuan disembelihkan satu ekor domba, disembelihnya pada hari ke-7 dari kelahirannya, namun jika mengakhirkan penyembelihan ‘aqiiqohnya dari hari ke-7 tersebut maka yang demikian itu boleh dan sembelihannya disembelih pada waktu kapan saja. Dan tidak berdosa jika dia mengakhirkannya, sedangkan yang paling <em>afdhol </em>(utama) adalah mendahulukannya jika mampu.</p>
<p>d)     <strong>Hewan ‘aqiiqoh ini</strong> sebagaimana yang kita ketahui <strong>adalah disembelih pada hari ke-7</strong>. Suatu contoh, jika seseorang lahir pada jam 18.30 (maghrib) hari Jum’at maka ‘aqiiqohnya adalah dilakukan pada hari Kamis pekan depannya sampai batas waktu sebelum jam 18.30.</p>
<p>Waktu ini adalah ketentuannya kita dapati dari Hadits terdahulu.</p>
<p>e)      Tentang<strong> hewan yang akan disembelihnya, boleh jantan, boleh betina</strong>. Hal ini adalah sebagaimana terdapat dalam Riwayat Ummu Kurz رضي الله عنها bahwa beliau bertanya pada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tentang ‘aqiiqoh, lalu Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ لاَ يَضُرُّكُمْ أَذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<strong><em>Aqiiqoh itu untuk laki-laki 2 domba, sedangkan untuk anak perempuan 1 domba. Sama saja engkau pilih jantan ataukah betina</em></strong>.”</p>
<p>(HR. Imaam Abu Daawud no: 2835, dan Imaam At Turmudzy no: 1516, beliau berkata Hadits ini<em> Hasan Shohiih</em> dan Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله men-<em>Shohiih</em>-kannya)</p>
<p>Ketika kita menyembelih hewan kurban, maka sebut nama si bayi itu sebagaimana Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم memerintahkan hal ini dengan,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَقُولُوا بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ لَكَ وَإِلَيْكَ هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَنٍ</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Katakanlah oleh kalian <strong>Bismillah Alloohu Akbar,</strong> <strong>Alloohuma laka wa illaika haadzihi ‘aqiiqotu Fula</strong>n</em>.”</p>
<p>(HR. Imaam Al Baihaqy dalam Kitabnya “<strong><em>As Sunnanul Kubro</em></strong>” no: 19772, dari ‘Aa’isyah رضي الله عنها)</p>
<p>f)       <strong>Ketika memasaknya, dianjurkan untuk tidak memotong-motong tulangnya, akan tetapi cukup dengan mengelupaskan dagingnya</strong>. Hal ini adalah sebagaimana telah diriwayatkan dari Ummu Kurz dan Abi Kurz رضي الله عنهما, dimana keduanya berkata,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>نذرت امرأة من آل عبد الرحمن بن أبي بكر إن ولدت امرأة عبد الرحمن نحرنا جزورا فقالت عائشة رضي الله عنها : لا بل السنة أفضل عن الغلام شاتان مكافئتنان و عن الجارية شاة تقطع جدولا و لا يكسر لها عظم فيأكل و يطعم و يتصدق </strong><strong>…</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Seorang wanita dari keluarga ‘Abdurrohmaan bin Abu Bakr, bahwa jika istri ‘Abdurrohmaan melahirkan maka kita akan menyembelih unta</em>.”</p>
<p>Akan tetapi ‘Aa’isyah رضي الله عنها berkata, “<em>Tidak, justru <strong>sunnah yang afdhol adalah lebih utama, yaitu untuk bayi laki-laki adalah dua ekor domba, sedangkan untuk bayi perempuan adalah satu domba. Dipotong ruas per ruas, tetapi tidak dipatah-patahkan tulangnya, kemudian dimakan, dihadiahkan dan dishodaqohkan</strong>…</em>.”</p>
<p>(HR. Imaam Al Hakim dalam Kitab “<strong><em>Al Mustadrok</em></strong>” no: 7595, dimana beliau mengatakan bahwa Hadits ini Sanadnya <em>Shohiih</em>, akan tetapi Imaam Al Bukhoory dan Imaam Muslim tidak meriwayatkannya, sedangkan Imaam Adz Dzahaby men-<em>Shohiih</em>-kannya dalam kitab beliau bernama “<strong><em>At Talkhiish</em></strong>”).</p>
<p>g)      Jika ingin membagi, maka kata Imaam Asy Syaafi’iy, juga Ibnu Siriin رحمهم الله, “<em>Masaklah dagingnya sesukamu</em>.”</p>
<p>Dan Ibnu Juraij رحمه الله berkata, “<em>Dagingnya dimasak dengan air dan garam, lalu hadiahkanlah kepada tetangga, handai taulan dan jangan bershodaqoh sedikit pun dengannya.</em>”</p>
<p>Akan tetapi ketika Imaam Ahmad رحمه الله ditanya, maka beliau رحمه الله menceritakan tentang pendapat Ibnu Siriin رحمه الله, dan ini menunjukkan bahwa beliau رحمه الله berpendapat dengan pendapat yang ini.</p>
<p>Dan ketika beliau رحمه الله ditanya apakah memakannya seluruhnya, maka beliau رحمه الله menjawab, “<em>Saya tidak mengatakan untuk memakan seluruhnya, dan tidak juga mengatakan bershodaqohlah darinya. Yang paling tepat adalah mengqiyaskan pada sembelihan kurban, karena ‘aqiiqoh ini merupakan sembelihan ibadah, tidak wajib, sehingga disamakan dengan kurban. Dan karena menyerupainya, baik dalam sifat, sunnah-sunnahnya, kadarnya, syaratnya, maka diserupakan pula dalam pendistribusiannya. Dan jika dimasak, dan mengundang saudara-saudaranya sehingga mereka memakannya maka itu adalah yang lebih baik, serta dianjurkan agar tulang-belulangnya dipisahkan, akan tetapi tidak dipotong-potong.</em>”<strong></strong></p>
<p><strong>7.      </strong><strong>Memberi do’a baik bagi bayi yang baru lahir, maupun kepada kedua orangtuanya :</strong></p>
<p>Tentang do’a yang walaupun pada kenyataannya tidak sedikit kaum muslimin yang tidak melaksanakannya walaupun mereka menghadiri acara seperti ‘aqiiqoh, pernikahan ataupun ta’ziyah dan lain-lain, walau semestinya do’a-do’a penting seperti itu telah mereka hafal dan secara otomatis mendo’akannya.</p>
<p>Karena itu hendaknya kita berusaha untuk menghafal dan mempraktekkannya sesuai dengan momentum yang ada.</p>
<p>Berikut ini salah satu contoh do’a yang sebaiknya kita ucapkan ketika kita mendengar atau menemui salah seorang saudara / teman kita  yang baru saja mendapatkan anak.</p>
<p>Terdapat riwayat dari Al Hasan Al Bashri رحمه الله bahwa beliau رحمه الله berkata, “<strong><em>Do’a untuk orang yang baru saja mendapat bayi adalah</em></strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>بورك لك في الموهوب وشكرت الواهب وبلغ رشده ورزقت بره</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>(“<strong><em>Buurika laka fil mauhuub wa syakartal waahib wabalagho rusydahu war ruziqta birrohu</em></strong>”)</p>
<p>Artinya:</p>
<p>“<strong><em>Semoga Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <strong><em>limpahkan berkah kepada bayimu. Semoga engkau tetap bersyukur kepada Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى. <strong><em>Semoga Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <strong><em>sampaikan usia anak ini hingga besar / dewasa (panjang umur). Dan semoga engkau dikaruniai perbuatan baik darinya untukmu</em></strong>.”</p>
<p>(Lihat Kitab “<strong><em>Tuhfatul Mauduud Bi Ahkaamil Mauluud</em></strong>”)</p>
<p>Dan hendaknya <strong>bagi orang yang mendapati doa ini menjawab dengan</strong>:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>بَارَكَ اللهُ لَكَ، وبَارَكَ عَلَيْكَ، وجَزَاكَ اللهُ خَيْراً، ورَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وأجْزَلَ ثَوَابَكَ</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p>(“<strong><em>Baarokalloohu laka, wa baaroka ‘alaika, wa jazaakalloohu khoiron, wa rozaqokalloohu mitslahu, wa ajzala tsawaabaka</em></strong>”)</p>
<p>Artinya:</p>
<p>“<strong><em>Semoga keberkahan Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <strong><em>untukmu. Semoga keberkahan Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <em>l<strong>impahkan padamu. Semoga Allooh</strong></em> سبحانه وتعالى <strong><em>membalasmu dengan kebaikan. Semoga Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <strong><em>memberimu rizqy semisalnya. Semoga Allooh</em></strong> سبحانه وتعالى <strong><em>melipatgandakan pahalamu</em></strong>.”</p>
<p>(Lihat Kitab “<strong><em>Syarah Hisnul Muslim</em></strong>” halaman 195)</p>
<p>Bahkan terdapat contoh dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bahwa hendaknya kita mendoakan bayi yang baru lahir itu secara khusus. Hal ini sebagaimana ‘Abdullooh bin ‘Abbaas رضي الله عنه berkata,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ</strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Adalah Nabi</em> صلى الله عليه وسلم <em>meminta perlindungan kepada Allooh</em> سبحانه وتعالى <em>untuk Al Hasan dan Al Husein </em>رضي الله عنهما<em> dan bersabda, ‘Sesungguhnya ayah kalian berdua memohon perlindungan kepada Allooh</em> سبحانه وتعالى <em>untuk melindungi Ismail dan Ishaq</em> عليهما السلام<em> dengan mengatakan, ‘<strong>Aku berlindung dengan kalam-Mu yang sempurna dari setiap syaithoon dan kejahatannya, dan dari setiap pandangan yang mencela</strong></em>‘.”</p>
<p>(HR. Imaam Al Bukhoory no: 3371)</p>
<p><strong>Hikmah ‘Aqiiqoh</strong><strong> :</strong></p>
<p>Kita semua menyadari bahwa anak adalah karunia Allooh سبحانه وتعالى yang merupakan dambaan dan kebahagiaan bagi bapak dan ibunya. Anak adalah perhiasan yang dengannya, bapak dan ibunya menjadi berbangga. Hal ini adalah sebagaimana firman Allooh سبحانه وتعالى dalam <strong>QS. ‘Aali ‘Imron (3) ayat 14</strong> sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<strong><em>Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:</em></strong><em> wanita-wanita, <strong>anak-anak</strong>, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. <strong>Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allooh-lah tempat kembali yang baik (surga)</strong>.”</em></p>
<p>Juga firman-Nya dalam <strong>QS. Al Furqoon ayat 74</strong> berikut ini:</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً </strong><strong></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<em>Dan orang-orang yang berkata: “<strong>Ya Robb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa</strong></em>.”</p>
<p>Anak juga adalah simpanan masa depan, karena jika kita pandai dan berhasil mendidiknya dengan benar dan lurus maka mereka adalah 30 persen lebih merupakan simpanan yang akan ditemui di Hari Akhir. Sebagaimana dalam Hadits Riwayat Al Imaam Muslim no: 1631, dari salah seorang Shohabat bernama Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,</p>
<blockquote>
<p dir="RTL"><strong>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ » رواه مسلم</strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Artinya:</strong></p>
<p>“<strong><em>Jika seorang manusia mati, terputuslah amalannya kecuali tiga</em></strong><em>, yakni: shodaqoh jaariyah, ilmu yang bermanfaat dan <strong>anak yang shoolih yang mendo’akannya</strong></em>.”</p>
<p>Adapun mengenai Hikmah dan pelajaran yang dapat kita sarikan dari Sunnah ‘Aqiiqoh ini, maka sebenarnya adalah sangat banyak, namun berikut ini saya sebutkan 7 perkara diantaranya, yaitu antara lain:<strong></strong></p>
<p><strong>1. Ungkapan rasa syukur pada Allooh</strong> سبحانه وتعالى.</p>
<p>Kalau kita sadari dan kita hayati, maka anak adalah karunia yang tak ternilai harganya. Karena itu dengan ‘Aqiiqoh, maka kita diajari untuk mensyukuri nikmat Allooh سبحانه وتعالى tersebut dan tidak melewatkan hal tersebut begitu saja.<strong></strong></p>
<p><strong>2. Mewujudkan kepatuhan pada Allooh</strong> سبحانه وتعالى <strong>dan Rosuul-Nya</strong> صلى الله عليه وسلم</p>
<p>Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mencontohkan ‘aqiiqoh ini pada kedua cucunya yakni Al Hasan dan Al Husein رضي الله عنهما, sedangkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah panutan kita, dan barangsiapa yang mencontoh dan mengikuti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم maka berarti dia telah mewujudkan cintanya pada Allooh سبحانه وتعالى.<strong></strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Menghidupkan Sunnah dalam berbagai sisi kehidupan.</strong></p>
<p>Sunnah pada saat dimana kita hidup hari ini adalah semakin hari semakin terasing. ‘Aqiiqoh betapa pun sering kita jumpai, namun pada kenyataannya belum sepenuhnya sesuai dengan tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, karena itu hendaknya kita renungkan kembali tentang ‘aqiiqoh ini sehingga bukan semata-mata merupakan acara ritual rutinitas ataupun kebiasaan saja, akan tetapi hendaknya dihidupkan dan dibangkitkan tentang nilai-nilai yang dimaksud <em>Syar’ie</em> dari adanya amalan ‘aqiiqoh ini.<strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Mempererat silaturrohim</strong></p>
<p>Dengan ‘aqiiqoh, sanak saudara, handai taulan, tetangga, karib kerabat, termasuk faqir miskin  – bagi yang melaksanakan ‘aqiiqoh di rumah <em>shohiibul haajat</em> –, maka semua mereka bertemu, bertatap muka, bercengkerama satu sama lain, saling berkomunikasi serta berinteraksi; yang semua itu adalah bisa dipastikan akan menjadi media bagi kokoh kuatnya silaturrohim.<strong></strong></p>
<p><strong>5. </strong><strong>Melatih kedermawanan</strong></p>
<p>‘Aqiiqoh dari sisi harta adalah merupakan ibadah <em>maaliyyah</em> (harta), dimana seorang yang baru saja mendapatkan karunia anak sedangkan dia mempunyai kelapangan rizqy, dididik oleh Al Islam agar membelanjakan sebagian dari hartanya tersebut untuk menjalankan As Sunnah sebagaimana yang dituntunkan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, yang sudah barang tentu Sunnah ini melatih seseorang menjadi dermawan serta jauh dari penyakit kikir.<strong></strong></p>
<p><strong>6. </strong><strong>Bagian dari pendidikan terhadap anak</strong></p>
<p>Proses mendidik anak sebenarnya tidak dimulai sejak anak itu lahir ke dunia saja, melainkan jauh sebelum itu. Namun ketika seorang anak mulai Allooh سبحانه وتعالى perlihatkan lahir ke dunia, maka pertama kali yang didengar oleh anak tersebut hendaknya adalah alunan <em>lafadz </em>Allooh سبحانه وتعالى dalam adzan. Juga do’a dari khalayak, keluarga, sanak famili, karib kerabat, tetangga dan handai taulan termasuk ‘aqiiqoh; dimana semua ini adalah proses pendidikan terhadap seorang anak sehingga diharapkan ketika dia besar nanti dimana diceritakan kepadanya apa yang dialaminya disaat dia masih kecil, maka diharapkan semua itu akan menjadi nilai yang akan mengokohkan ke-Islaman, keimanan dan keistiqomahan bagi dirinya.<strong></strong></p>
<p><strong>7. </strong><strong>Berbagi bahagia pada sesama terutama orang yang belum beruntung atau lebih miskin dari kita.</strong></p>
<p>Dengan ‘aqiiqoh, bukan hanya bapak dan ibunya saja yang berbahagia, akan tetapi karib kerabat, tetangga, handai taulan dan jangan lupa kaum faqir miskin; semua mereka pun hendaknya mendapat kebahagiaan dan memberi kebahagiaan melalui ‘aqiiqoh yang diselenggarakan.</p>
<p>Bagi yang baru saja mendapatkan anak, maka dia berbahagia dengan kelahiran si anak dan juga dengan do’a-do’a yang disampaikan pada mereka.</p>
<p>Sedangkan ‘aqiiqoh yang dikorbankannya adalah tidak akan sebanding dengan do’a serta ketaatan kepada Allooh سبحانه وتعالى, yang <em>insya Allooh</em> akan mengundang berbagai kebaikan dan keberkahan lainnya.</p>
<p>Adapun bagi mereka yang menghadiri, mendo’akan serta menikmati ‘aqiiqoh ini, mereka pun sama-sama mendapatkan kebahagiaan; karena mereka dibukakan pintu beramal, dimana berdo’a itu adalah amal<em> shoolih</em>, silaturrohim juga adalah amal <em>shoolih</em>, dan semua itu adalah membahagiakan. Bahkan termasuk sesuap nasi dan sekerat daging yang dinikmati oleh kaum faqir miskin yang bisa jadi mereka itu jarang menikmatinya, atau paling tidak perasaan bahwa mereka dianggap ada dalam suatu masyarakat, maka hal ini bisa dipastikan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Intinya, dengan ‘aqiiqoh kita dapat berbagi bahagia dan memberi bahagia terhadap sesama kita.</p>
<p>Demikianlah sekelumit tentang ‘Aqiiqoh beserta hikmahnya, semoga menjadi hal yang bermanfaat serta menjadi penambah motivasi bagi kita untuk senantiasa menegakkan syi’ar-syi’ar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan hendaknya satu sama lain diantara kita saling tolong menolong dalam hal tersebut. Kita berdo’a mudah-mudahan Allooh سبحانه وتعالى senantiasa membukakan pintu hidayah untuk kita, memberi kemudahan dalam menjalankan syari’at-Nya, istiqomah serta berpegang teguh dengannya hingga kita mati dan Allooh سبحانه وتعالى kumpulkan kita didalam surga-Nya. <em>Aamiiin</em>.</p>
<p><em>Karawang, 12 Robbii’ul Awwal 1433 H   -  4 Februari 2012 M.</em></p>
<p>Sumber :</p>
<ul>
<li><a href="http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/02/04/aqiiqoh-makna-dan-hikmahnya/" target="         _blank">ustadzrofii.wordpress.com</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/02/aqiiqoh-makna-dan-hikmahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;lim Akbar : Ukhuwah Islamiyah, apa dan bagaimana merajutnya ?</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/01/talim-akbar-ukhuwah-islamiyah-apa-dan-bagaimana-merajutnya/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/01/talim-akbar-ukhuwah-islamiyah-apa-dan-bagaimana-merajutnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 06:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[An Najat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[apa dan bagaimana merajutnya ?ukhuwah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana merajut ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ta'lim Akbar : Ukhuwah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Ikutilah dan hadirilah &#8230;&#8230; TA&#8217;LIM AKBAR UKHUWAH ISLAMIYAH, APA DAN BAGAIMANA MERAJUTNYA Bersama : Al Ustadz Achmad Rofi&#8217;i, LC. M.Mpd. Ahad, 12 Robi&#8217;ul Awal 1433 H/5 Februari 2012 M Tempat : Masjid Pesantren Al I&#8217;tishoom Jl. Pesantren No. 50 Kondang &#8230; <a href="http://an-najat.org/2012/01/talim-akbar-ukhuwah-islamiyah-apa-dan-bagaimana-merajutnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ikutilah dan hadirilah &#8230;&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>TA&#8217;LIM AKBAR</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>UKHUWAH ISLAMIYAH, APA DAN BAGAIMANA MERAJUTNYA</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Bersama : Al Ustadz Achmad Rofi&#8217;i, LC. M.Mpd.</em></strong></p>
<p style="text-align: center;">Ahad, 12 Robi&#8217;ul Awal 1433 H/5 Februari 2012 M</p>
<p style="text-align: center;">Tempat :</p>
<p style="text-align: center;">Masjid Pesantren Al I&#8217;tishoom</p>
<p style="text-align: center;">Jl. Pesantren No. 50 Kondang Jaya &#8211; Karawang &#8211; Jawa Barat</p>
<p style="text-align: center;">Cp : Abu Muhammad (0857 812 766 04) &amp; Abu Hadian (0812 958 7594)</p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/01/talim-akbar-ukhuwah-islamiyah-apa-dan-bagaimana-merajutnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Ikhlas</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/01/mutiara-ikhlas/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/01/mutiara-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 03:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya ikhlas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Asy-Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi –rohimahulloh- mengatakan dalam tafsirnya (Adwa’ul Bayan), ‘Alloh Ta’ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa orang yang beramal suatu amalan bertujuan untuk mendapatkan kehidupan dunia maka Alloh akan memberikan balasan amalnya di dunia, dan di akhirat dia tidak akan mendapatkannya kecuali neraka. <a href="http://an-najat.org/2012/01/mutiara-ikhlas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" dir="RTL" align="center"><strong><em>Oleh : Ahmad Sobari</em></strong></p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></p>
<p>Segala puji bagi Alloh, semoga sholawat serta salam tercurah pada Rosululloh, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari qiyamat. Amma Ba&#8217;du :</p>
<p>Alloh Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”</em> (Huud : 15-16)</p>
<p><span id="more-296"></span>Asy-Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi –rohimahulloh- mengatakan dalam tafsirnya (Adwa’ul Bayan), ‘Alloh Ta’ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa orang yang beramal suatu amalan bertujuan untuk mendapatkan kehidupan dunia maka Alloh akan memberikan balasan amalnya di dunia, dan di akhirat dia tidak akan mendapatkannya kecuali neraka. Dan yang semakna dengan ayat ini adalah firman Alloh Ta’ala dalam surat Asy-Syuro :</p>
<p dir="RTL">مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ (20)</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”</em> (Asy-Syuro:20)</p>
<p>Akan tetapi Alloh Ta’ala menjelaskan dalam surat Bani Isroil bahwa yang demikian itu tergantung dengan kehendak Alloh Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :</p>
<p dir="RTL">مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki .”</em> (Bani Isroil:18) (Adwa’ul Bayan : 2/174, Maktabah Syamilah)</p>
<p>Dari ayat-ayat di atas dan keterangan Syaikh Asy-Syinqithi kita dapat menyimpulkan bahwa seseorang yang beramal hanya untuk kehidupan dunia maka dia mempunyai tiga kemungkinan : 1. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan, 2. Dia mendapatkan sebagian dari yang dia inginkan, 3. Dia tidak mendapatkan sama sekali, karena pemberian itu tergantung kehendak Alloh Ta’ala. Yaitu jika Alloh Ta’ala berkehendak maka Alloh akan memberikannya dan jika Alloh Ta’ala berkehendak maka Dia tidak memberikannya sama sekali.</p>
<p>Dalam perkara niyat ini Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda :</p>
<p dir="RTL">إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا ، أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Amal-amal itu tergantung dengan niyat, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniyatkannya, barangsiapa yang hijrohnya kepada Alloh dan rosul-Nya maka hijrohnya kepada Alloh dan rosul-Nya, dan barangsiapa yang hijrohnya kepada dunia yang akan didapatkannya atau wanita yang akan dinikahinya maka hijrohnya kepada apa yang menjadi motifasi hijrohnya”.</em> (Muttafaqun ‘alaih, dari Umar bin Al-Khottob رضي الله عنه)</p>
<p>Di dalam hadits yang lain dari Abu Huroiroh رضي الله عنه  , dia berkata : Saya mendengar Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersabda :</p>
<p dir="RTL">إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِىءٌ. فَقَدْ قِيلَ.</p>
<p dir="RTL">ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ . وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ. وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِىَ فِى النَّارِ  . (رواه مسلم 1905)</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Sesungguhnya manusia yang pertama kali ditentukan nasibnya pada hari qiyamat adalah seorang laki-laki yang telah mati syahid, didatangkan padanya nikmat-nikmatnya dan diapun mengakuinya, Alloh berfirman : Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu? </em></p>
<p><em>Dia menjawab : Aku berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid.</em></p>
<p><em>Alloh berfirman : Kamu dusta, kamu berperang agar kamu disebut pemberani. Maka itu sudah dikatakan di dunia.</em></p>
<p><em>Kemudian diperintahkan agar wajahnya ditelungkupkan dan diseret sampai dilemparkan ke dalam neraka.</em></p>
<p><em> Dan seorang laki-laki yang belajar ilmu dan mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an, didatangkan padanya nikmat-nikmatnya dan diapun mengakuinya, Alloh berfirman : Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu? </em></p>
<p><em>Dia menjawab : Aku belajar ilmu dan mengajarkannya, dan aku membaca Al-Qur’an karena Engkau.</em></p>
<p><em>Alloh berfirman : Kamu dusta, kamu belajar ilmu agar kamu disebut ‘alim. Dan kamu membaca Al-Qur’an agar kamu disebut Qori, maka sengguh itu sudah dikatakan di dunia.</em></p>
<p><em>Kemudian diperintahkan agar wajahnya ditelungkupkan dan diseret sampai dilemparkan ke dalam neraka.</em></p>
<p><em>Dan seorang laki-laki yang telah Alloh luaskan rizkinya, memberikannya bebagai macam harta seluruhnya. didatangkan padanya nikmat-nikmatnya dan diapun mengakuinya, Alloh berfirman : Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu? </em></p>
<p><em>Dia menjawab : Tidaklah aku tinggalkan satu jalan yang dicintai untuk berinfaq di dalamnya kecuali aku berinfaq untuk Engkau.</em></p>
<p><em>Alloh berfirman : Kamu dusta, akan tetapi kamu berbuat itu agar kamu disebut dermawan, maka sungguh itu sudah dikatakan di dunia.</em></p>
<p><em>Kemudian diperintahkan agar wajahnya ditelungkupkan dan diseret sampai dilemparkan ke dalam neraka.”</em> (HR. Muslim no.1905)</p>
<p>Dengan demikian memperhatikan dan memperbaiki niyat apabila akan mengerjakan sesuatu adalah suatu kemestian. Apakah untuk Alloh Ta’ala ataukah ada tujuan lain selain Alloh ‘Azza wa Jalla. Apabila hanya untuk Alloh Ta’ala maka itu adalah ikhlas dan apabila ada tujuan lain selain Alloh Ta’ala maka niyat itu sudah terkotori hingga menyebabkan amal itu tidak bernilai di sisi Alloh Ta’a betapapun besarnya amal tersebut.</p>
<p>Alloh Ta’ala berfirman :</p>
<p dir="RTL">قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ (64) وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ (66)</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Katakanlah: Maka apakah kamu menyuruh aku beribadah pada selain Alloh, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan? Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Alloh), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Alloh saja yang kamu ibadahi dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”</em> (Az-Zumar : 64-66)</p>
<p>Dengan jelas dalam ayat ini Alloh Ta’ala menyatakan bahwa syirik atau menyekutukan Alloh Ta’ala itu akan menghapus amal, baik syirik itu syirik besar maupun syirik kecil. Syirik besar akan menghapus seluruh amal, dan syirik kecil hanya menghapus amal yang bersangkutan, misalnya amal yang di dalamnya ada riya’ maka amal itu tidak bernilai sedikitpun di sisi Alloh Ta’ala. Inilah ajaran seluruh nabi dan rosul sebagaimana jelas dalam firman-Nya ayat 65 dari surat Az-Zumar diatas.</p>
<p>Di dalam sebuah hadits qudsi Alloh Ta’ala berfirman :</p>
<p dir="RTL">أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.”</em> (HR. Muslim no.2985 dari Abu Huroiroh رضي الله عنه )</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi رحمه الله  mengatakan, ‘Maknanya adalah Aku tidak butuh pada persekutuan dan yang lainnya, barangsiapa beramal sesuatu untuk-Ku dan untuk selain-Ku maka Aku tidak menerimanya, bahkan Aku meninggalkanya untuk yang lainnya itu. Maksudnya yaitu amal orang yang melakukan riya’ adalah batil dan tidak ada pahala di dalamnya, serta dia berdosa’. (Syarh Shohih Muslim Juz.9 hal.370)</p>
<p>Maka sungguh merugi orang-orang yang beramal seakan-akan dia telah berbuat sebaik-baiknya padahal tidak bernilai di sisi Alloh Ta’ala karena tidak adanya keikhlasan dalam amalnya atau memiliki tujuan selain cinta dan ridho Alloh تعالى . Dan Alloh تعالى berfirman :</p>
<p dir="RTL">قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104)</p>
<p>Artinya :</p>
<p><em>“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”</em> (Al-Kahfi : 103-104)</p>
<p>Semoga Alloh تعالى menganugerahkan ikhlas dalam ilmu dan amal, dan semoga kita dijauhkan dari syirik dan segala penyakit yang dapat mengotori hati dan menggugurkan amal. Wallohu a’lam bish showaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/01/mutiara-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CD MP3 Dakwah edisi 6-10</title>
		<link>http://an-najat.org/2012/01/cd-mp3-dakwah-edisi-6-10/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2012/01/cd-mp3-dakwah-edisi-6-10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 02:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[An Najat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cd dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian islam]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah 5 CD MP3 Al Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd untuk edisi 6-10 telah siap untuk diterbitkan. Kami berniat agar CD MP3 kajian ini nantinya dapat didengar dan disimak oleh siapa saja secara cuma-cuma di kampung, di kota, di daerah keramaian ataupun di pelosok; dengan harapan yang demikian itu dapat menjadi amalan yang shoolih bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam hal ini. <a href="http://an-najat.org/2012/01/cd-mp3-dakwah-edisi-6-10/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/01/foto-cd6-10-sml5.jpg"><img class="aligncenter" title="Foto CD6-10 sml" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/01/foto-cd6-10-sml5.jpg?w=600" alt="" /></a></p>
<p>Alhamdulillah <strong>5 CD MP3 Al Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd untuk edisi 6-10 telah siap untuk diterbitkan</strong>. Kami berniat agar CD MP3 kajian ini nantinya dapat didengar dan disimak oleh siapa saja <strong>secara cuma-cuma</strong> di kampung, di kota, di daerah keramaian ataupun di pelosok; dengan harapan yang demikian itu dapat menjadi amalan yang <em>shoolih</em> bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam hal ini.</p>
<p>Bagi yang berminat, hubungi: pak <strong>Bambang Suryadi, SAP -</strong><em> Ka Bid Dakwah An Najat </em> (HP=<strong>0878-85108201</strong> atau <strong>0812-8213460</strong>)</p>
<p>Adapun CD MP3 Dakwah edisi 1-5 berikut, masih tersedia dalam jumlah terbatas bagi siapa saja yang ingin berperan serta dalam <strong><em>waqof bergulir</em></strong> bagi kegiatan ini:</p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/01/foto-amplop-cd-2.jpg"><img class="aligncenter" title="Foto Amplop CD-2" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/01/foto-amplop-cd-2.jpg?w=431&amp;h=322" alt="" width="431" height="322" /></a></p>
<p><a href="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/01/foto-amplop-cd-1.jpg"><img class="aligncenter" title="Foto Amplop CD-1" src="http://ustadzrofii.files.wordpress.com/2012/01/foto-amplop-cd-1.jpg?w=435&amp;h=326" alt="" width="435" height="326" /></a></p>
<p>Sumber : <a href="http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/01/09/cd-mp3-dakwah-edisi-6-10/">http://ustadzrofii.wordpress.com</a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2012/01/cd-mp3-dakwah-edisi-6-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembagian Mushaf Terjemah Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://an-najat.org/2011/12/pembagian-mushaf-terjemah-al-quran/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2011/12/pembagian-mushaf-terjemah-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 07:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[An Najat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kagiatan an-najat]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian al qur'an terjemah]]></category>
		<category><![CDATA[waqof al qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Diantara kebahagian bagi keluarga besar An Najat adalah kami diberikan kepercayaan oleh para muhisinin untuk ikut serta dalam proyek-proyek da'wah dan sosial. Diantaranya yang telah kami lakukan adalah penyebaran waqof Al Qur'an Terjemah yang diterbitkan oleh MUJAMMA' AL MALIK FAHD LI THIBA'AT AL MUSH-HAF ASY-SYARIF MADINAH AL MUNAWWARAH - KERAJAAN ARAB SAUDI. <a href="http://an-najat.org/2011/12/pembagian-mushaf-terjemah-al-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara kebahagian bagi keluarga besar An Najat adalah kami diberikan kepercayaan oleh para muhisinin untuk ikut serta dalam proyek-proyek da&#8217;wah dan sosial. Diantaranya yang telah kami lakukan adalah penyebaran waqof Al Qur&#8217;an Terjemah yang diterbitkan oleh MUJAMMA&#8217; AL MALIK FAHD LI THIBA&#8217;AT AL MUSH-HAF ASY-SYARIF MADINAH AL MUNAWWARAH &#8211; KERAJAAN ARAB SAUDI.</p>
<p>Kami sangat berterima kasih kepada salah seorang muhsinin dari Riyad yang melalui beliaulah kami dipercaya untuk menyebarkan Al Qur&#8217;an Terjemahan ini. Mudah-mudahan semua yang telah ikut serta dalam proyek ini mendapatkan balasan yang berlipatganda dari Alloh Ta&#8217;ala.</p>
<p><span id="more-275"></span>Berikut beberapa foto dokumentasi dari para penerima waqof Mushaf Terjemah Al Qur&#8217;an :</p>
<ul>
<li>Paket Al Qur&#8217;an yang diterima</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><a title="Paket Al Qur'an" href="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/495-Al-Quran.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="Paket Al Qur'an" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/495-Al-Quran.jpg" alt="" width="3666" height="3024" /></a></p>
<ul>
<li>Cover Al Qur&#8217;an Terjemah</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-277" title="Cover Al Qur'an" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/Cover-Al-Quran.jpg" alt="" width="3172" height="1440" /></p>
<ul>
<li>Penyerahan untuk wakil Manado dan Maluku oleh Bapak Bambang Suryadi Ketua Bidang Da&#8217;wah An Najat Al Islamiyah</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><a href="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/Wakil-Manado-Maluku.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-279" title="Penyerahan untuk wakil Manado" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/Wakil-Manado-Maluku.jpg" alt="" width="4032" height="3024" /></a></p>
<ul>
<li>Penyerahan untuk wakil dari Bumi Serpong Damai</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-278" title="Penyerahan kepada wakil Bumi Serpong Damai" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/Wakil-BSD.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2011/12/pembagian-mushaf-terjemah-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shoum ‘Asyuro</title>
		<link>http://an-najat.org/2011/12/shoum-%e2%80%98asyuro/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2011/12/shoum-%e2%80%98asyuro/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 15:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan puasa 10 muharrom]]></category>
		<category><![CDATA[puasa 'asyuro]]></category>
		<category><![CDATA[puasa muharrom]]></category>
		<category><![CDATA[shoum 'asyuro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Qotadah bahwa Nabi -Shollallohu 'Alaihi wa Sallam- bersabda :
“Shiyaam ‘asyuro, aku berharap pada Alloh akan menghapuskan (dosa-dosa/kesalahan) satu tahun yang lalu”. [Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1162)] <a href="http://an-najat.org/2011/12/shoum-%e2%80%98asyuro/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p><a href="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/shoum_asyuro1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-262" title="shoum_asyuro" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/12/shoum_asyuro1.jpg" alt="" width="567" height="425" /></a></p>
<p>Pada bulan Muharrom ini disunnahkan banyak melakukan shoum, berdasarkan hadits Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :</p>
<p style="text-align: right;">أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل.</p>
<p>Artinya:</p>
<blockquote><p>“Shiyaam yang paling afdhol setelah bulan romadhon adalah (shoum) bulan Alloh yaitu Muharrom, dan sholat yang paling afdhol setelah sholat fardhu adalah sholat malam”. [1]</p></blockquote>
<p><span id="more-256"></span>Dan lebih ditekankan lagi kesunnahannya shoum pada tanggal 10 bulan muharrom (‘asyuro), dari Abu Qotadah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :</p>
<p style="text-align: right;">صيام عاشوراء، أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله.</p>
<p>Artinya:</p>
<blockquote><p>“Shiyaam ‘asyuro, aku berharap pada Alloh akan menghapuskan (dosa-dosa/kesalahan) satu tahun yang lalu”. [2]</p></blockquote>
<p>Ibnu Abbas رضي الله عنه ditanya tentang shiyaam hari ‘asyuro? Maka beliau menjawab, ‘Aku tidak mengetahui bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم shoum seharipun yang beliau mencari keutamaannya di atas hari-hari yang lain, dan tidak pula bulan-bulan yang lain kecuali bulan ini yaitu bulan romadhon’.</p>
<p>Disunnahkan untuk shoum pada hari sebelumnya yaitu tanggal 9 muharrom, berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه beliau berkata, ‘Ketika Rosululloh صلى الله عليه وسلم shoum ‘asyuro, dan memerintahkan untuk melakukan shoum pada hari itu, mereka berkata, ‘Wahai Rosululloh, sesungguhnya itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasroni’, maka Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"> إن كان عام المقبل –إن شاء الله- صمنا اليوم التاسع</p>
<p>Artinya:</p>
<blockquote><p>“Jika (aku menemui) tahun yang akan datang –insya Alloh- kami akan shoum hari tanggal sembilan”. Dia berkata, ‘Tahun yang akan datang belum kunjung datang sampai Rosululloh صلى الله عليه وسلم wafat”. [4]</p></blockquote>
<p>Yang berpendapat dicintainya menjamak antara tanggal 9 dan tanggal 10 bulan muharrom, (adalah): Malik, Asy Syafi’i dan Ahmad agar tidak menyerupai Yahudi yang menetapkan tanggal 10′. [5]</p>
<p><strong>Peringatan :</strong></p>
<p>Sebagian ulama berpendapat disunnahkannya shoum tanggal 11 bersamaan dengan tanggal 9 dan 10 dengan berdalil hadits dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"> صوموا يوم عاشوراء وخالف اليهود، صوموا قبله يوما وبعده يوما</p>
<p>Artinya:</p>
<p>“Shoumlan pada hari ke sepuluh, menyelisihi Yahudi, dan shoumlah sebelumnya satu hari dan setelahnya satu hari’. [6]</p>
<p>Akan tetapi hadits ini dho’if jiddan sehingga ini bukanlah hujjah disunnahkannya shoum pada tanggal 11, maka hati-hatilah.</p>
<p>Wallohu a’lam.</p>
<p><strong>Catatan kaki :</strong></p>
<p>[1] Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1163), An Nasa’i di dalam “Al Kubro” (2905), dan Ibnu Majah (1742).</p>
<p>[2] Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1162).</p>
<p>[3] Shohih, dikeluarkan oleh Al Bukhori (2006), dan Muslim (1132).</p>
<p>[4] Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1134).</p>
<p>[5] “Syarh Az Zarqoni” (2/237), dan “Al Majmu’” (6/383).</p>
<p>[6] Dho’if jiddan : dikeluarkan oleh Ahmad (2418), Al Humaidi (485), Ibnu Majah (2090) dan lain-lainnya.</p>
<p>Sumber : Shohih Fiqhis Sunnah (2/135), Abu Malik Kamal Bin As Sayid Salim – Al Maktabah At Taufiqiyah. (<a href="http://abukhodijah.wordpress.com/2009/12/24/shoum-%E2%80%98asyuro/">http://abukhodijah.wordpress.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2011/12/shoum-%e2%80%98asyuro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CD Da&#8217;wah MP3 telah menyebar dari Sabang sampai Merauke</title>
		<link>http://an-najat.org/2011/11/cd-dawah-mp3-telah-menyebar-dari-sabang-sampai-merauke/</link>
		<comments>http://an-najat.org/2011/11/cd-dawah-mp3-telah-menyebar-dari-sabang-sampai-merauke/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 16:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu shiddiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[An Najat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cd da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian islam]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[mp3]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 khutbah jum'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ust. achmad rofi'i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://an-najat.org/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Alloh Ta'ala yang dengan karunia serta taufiq-Nya CD Da'wah MP3 yang merupakan kumpulan ceramah dan khutbah Al Ustadz Achmad Rofi'i, LC. MM.Pd. telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara dari Sabang sampai Merauke. <a href="http://an-najat.org/2011/11/cd-dawah-mp3-telah-menyebar-dari-sabang-sampai-merauke/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/11/Kuiz-Rabu-malam-Dakta-Berhadiah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-229" title="Kuiz Rabu malam Dakta Berhadiah" src="http://an-najat.org/wp-content/uploads/2011/11/Kuiz-Rabu-malam-Dakta-Berhadiah-150x150.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a>Segala puji bagi Alloh Ta&#8217;ala yang dengan karunia serta taufiq-Nya CD Da&#8217;wah MP3 yang merupakan kumpulan ceramah dan khutbah<strong> Al Ustadz Achmad Rofi&#8217;i, LC. MM.Pd.</strong> telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Ini adalah karunia dan taufiq Alloh Ta&#8217;ala yang harus disyukuri karena menurut Ketua Bidang Da&#8217;wah An Najat Al Islamiyah Bapak Bambang Suryadi bahwa proyek ini dimulai dengan biaya nol, akan tetapi dengan karunia Alloh Ta&#8217;ala maka mengalirlah dana dari para muhsinin atau para dermawan yang tergerak ingin ikut serta dalam menyebarkan da&#8217;wah ahlus sunnah wal jama&#8217;ah ke seluruh pelosok nusantara ini. Semoga infaq mereka menjadi amal sholih yang bernilai di sisi Alloh Ta&#8217;ala saat tidak berguna lagi harta dan keturunan kecuali orang yang mendatangani Alloh dengan hati yang selamat.</p>
<p>Bidang Da&#8217;wah An Najat menyatakan bahwa program ini akan berlanjut pada periode-periode berikutnya. Untuk itu masih dibuka selebar-lebarnya bagi setiap muslim yang akan ikut serta dalam menyebarkan CD Da&#8217;wah MP3 ini dalam bentuk pendanaan penggandaan dan penyebaran dengan menghubungi <strong>Bapak Bambang Suryadi</strong> di<strong> 087885108201</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-najat.org/2011/11/cd-dawah-mp3-telah-menyebar-dari-sabang-sampai-merauke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

